Pelajaran Terakhir dari Ceriyati

TENAGA kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri selalu karib dengan empat hal. Pertama tidak memiliki dokumen resmi atau ilegal, kedua sering disiksa majikan, ketiga tidak menerima gaji, dan keempat diperas setelah kembali ke Tanah Air.

Cerita tentang empat hal tersebut senantiasa tidak berhenti. Selalu berulang dan berulang meski senantiasa dikecam berbagai kalangan. Terakhir kasus yang menimpa Ceriyati binti Dapin, seorang tenaga kerja Indonesia asal Brebes, Jawa Tengah, yang nekat kabur melalui jendela dari tempat majikannya di lantai 15 Apartemen Tamarind, Sentul, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (16/6) lalu. Ia meluncur menggunakan potongan-potongan kain yang diikat. Namun, Ceriyati gamang setelah berada di lantai 12. Ia enggan meneruskan aksinya karena takut, kemudian ditolong regu pemadan kebakaran.

Alasan Ceriyati melaksanakan aksi nekat itu sama seperti yang sudah sering terdengar dari para tenaga kerja Indonesia sebelumnya. Ia disiksa majikannya, selain lima bulan bekerja tidak menerima gaji sepeser pun.

Tragedi Ceriyati menambah panjang deretan derita yang dialami para tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Deretan derita tersebut ada sejak Indonesia secara resmi mengirim tenaga kerja ke luar negeri dan memandang pengiriman tenaga kerja sebagai sumber devisa.

Meski sudah berpuluh tahun kita menerapkan kebijakan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, harus diakui perlindungan terhadap anak bangsa ini sangat lemah. Kita hanya berbangga ketika menyebut deretan angka sebagai devisa yang masuk dari tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Tapi perlindungan terhadap mereka diserahkan kepada setiap individu. Pemerintah baru bertindak ketika sudah menjadi kasus.

Tenaga kerja Indonesia di luar negeri adalah potret bening tentang bangsa ini. Ketika muncul sebuah kasus terkait dengan tenaga kerja Indonesia, sebenarnya itu sebuah pameran kemiskinan tentang bangsa ini. Juga sebuah pameran tentang ketidakberdayaan pemerintah melindungi rakyatnya.

Pemerintah selalu terlambat bertindak dan lalai mengantisipasi. Agen-agen tenaga kerja juga ibarat mempraktikkan habis manis sepah dibuang. Tanggung jawab mereka berakhir setelah menerima uang jasa.

Setelah timbul kasus, setiap pihak berkelit dan kemudian menuding pihak lain. Atau malah menyalahkan si tenaga kerja. Nyaris tidak pernah terdengar ada perusahaan jasa tenaga kerja dicabut izinnya karena alpa merawat tenaga kerja yang dikirimnya. Yang sering terdengar hanyalah ancaman demi ancaman.

Harus diakui, banyak tenaga kerja kita di luar negeri tidak memenuhi syarat minimal. Keterampilan bahasa dan penggunaan alat-alat elektronik sering menjadi kendala. Lantaran itu jasa mereka dihargai lebih rendah jika dibandingkan dengan tenaga kerja setaraf dari negara lain.

Di tengah pertumbuhan tenaga kerja yang terus meningkat dan penyerapan di dalam negeri yang terbatas, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri adalah solusi untuk jangka pendek. Tapi kita ingatkan agar tenaga kerja yang dikirim benar-benar memenuhi standar kelayakan sehingga memperoleh upah yang patut selain tahu haknya. Memang yang paling layak adalah membuka lapangan kerja di dalam negeri dan bukan menjual anak-anak negeri ke mancanegara.

Sepatutnya kasus Ceriyati merupakan peristiwa terakhir. Kasus itu harus menggugah semua pihak yang terlibat dalam pengiriman dan perlindungan tenaga kerja. Jangan sampai kita dituduh sebagai bangsa yang selalu abai melindungi warganya.

Kita adalah bangsa yang suka terkejut. Terkejut ketika tahu ada warganya disiksa. Kasus Ceriyati benar-benar sebuah pameran yang memalukan yang mestinya menampar wajah kita semua. Entah kalau kita tidak lagi punya rasa malu.

Media Indonesia, Selasa, 19 Juni 2007

0 Responses to “Pelajaran Terakhir dari Ceriyati”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: