Memanusiakan Pembantu Rumah Tangga

Majikan Ceriyati alias Shemelin, Yvone Siew dan Michael Tsen telah menyampaikan permintaan maaf dan mengaku khilaf. Tetapi proses hukum akan terus berjalan. Tepatlah kalau jalan hukum yang ditempuh untuk menuntaskan tragedi pelarian pembantu rumah tangga (PRT) dari lantai 15 Kondominium Sentul, Kuala Lumpur, Malaysia itu. Penyelesaian kasus kekerasan dalam hubungan antara TKW dengan majikannya di luar negeri mesti memiliki contoh dan formulasi yang jelas, sehingga dapat dijadikan acuan di masa datang, sekaligus juga membangun upaya perlindungan preventif yang selama ini cenderung terabaikan.

TKW asal Brebes itu berupaya melarikan diri dengan turun menggunakan rangkaian kain dari lantai 15, tetapi sampai lantai 12 bisa diselamatkan. Ceriyati merasa hak-haknya selama bekerja di rumah Yvone Siew dan Michael Tsen tidak dipenuhi, bahkan dia mengalami siksaan fisik dan psikis dari majikannya. Dalam editorial kemarin kita menyimpulkan, tragedi perempuan 34 tahun itu merupakan potret buram yang mendominasi wajah tenaga kerja kita di luar negeri, dan kini kembali menggaungkan pesan tentang seberapa jauh sebenarnya penyiapan dan perlindungan kepada mereka telah diberikan oleh otoritas terkait.

Pertama-tama, hak yang harus dikedepankan dari mereka adalah pengakuan sebagai manusia, bukan mesin atau robot yang boleh diperlakukan semau penggunanya. Juga kesadaran mereka memiliki jiwa dan akal budi. Mempekerjakan PRT di dalam sebuah rumah tangga bukanlah sekadar menarik hubungan pembayar – pelaku, atau majikan – buruh, tetapi selalu terdapat nilai-nilai yang memberi nuansa hubungan tersebut. Ada hak dan kewajiban yang saling melekat. Dan, di balik profesionalitas relasi hak – kewajiban itu masih ada pertimbangan keajekan hubungan karena saling bertemu pada mobilitas pekerjaan di rumah.

Masalahnya, yang masih melekat pada pola pikir kita dalam menyikapi sesuatu adalah tindakan post factum, setelah peristiwanya terjadi. Kita baru tergopoh-gopoh manakala suatu kasus muncul. Dan hal itu terus berulang tanpa dijadikan model pembelajaran untuk bertindak preventif, baik melalui entry point peraturan maupun dalam aplikasi manajerialnya. Bukankah sebenarnya tragedi seperti yang dialami Ceriyati di Malaysia itu juga sering terjadi pada PRT kita di negara-negara yang lain, bahkan dengan kualifikasi akibat yang lebih parah sekalipun? Namun keterkejutan tidak terkelola sebagai terapi yang memadai.

Kali ini, pelajaran klasik tentang sikap terhadap PRT adalah bagaimana seharusnya kita memosisikan mereka sebagai mitra dalam mobilitas keseharian. Manusia yang berbudaya tidak akan memperlakukan manusia yang lain – dalam status apa pun – dengan cara-cara yang tidak beradab. Ukuran paradigma kapitalis bahwa uang bisa menyelesaikan segalanya, atau menjadi alat penawar, harus dikikis dalam urusan ini. Hubungan ketenagakerjaan dengan korban-korban seperti Ceriyati justru merupakan setback alam pikiran manusia ke zaman perbudakan. Itulah yang sekarang harus dilawan dengan terapi hukum.

Pelajaran lainnya, penyiapan adaptasi budaya dan skill para PRT dan umumnya TKW di luar negeri harus diprioritaskan oleh otoritas pengirimnya, sehingga lembaga-lembaga pengerah tidak berkesan sekadar mencari mekanisme paling murah untuk mendatangkan keuntungan besar dengan mengeksploitasi posisi tawar yang lemah dari tenaga kerja. Menempatkan harkat dan martabat PRT dalam konteks kemanusiaan merupakan jawaban, antara lain dengan memberi keterampilan dan kesiapan menyesuaikan diri, sehingga memiliki posisi tawar yang kuat di hadapan mereka yang membutuhkan tenaganya.

Suara Merdeka, Kamis, 21 Juni 2007

Iklan

0 Responses to “Memanusiakan Pembantu Rumah Tangga”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 804,627 hits
Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: