Menata Ulang Aset Negara

SALAH satu lembaga negara yang semakin bergigi dan berwibawa adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil pemeriksaannya menakutkan dan karena itu, yang terkena mulai mengindahkannya.

Pejabat publik tak bisa lagi bersikap anjing menggonggong kafilah berlalu seperti di masa silam. Kala itu, laporan BPK disampaikan kepada DPR lebih sebagai keharusan formalistis. Setelah disampaikan, ia berhenti menjadi bundel yang tebal, dingin, dan berdebu.

Namun, sekarang laporan BPK disertai dengan pernyataan yang tegas dan lugas dari pemimpinnya, Anwar Nasution. Dan, gemanya panjang dan jauh karena menjadi headlines. Sebuah bukti empiris bahwa wibawa dan kinerja lembaga negara sangat kental diwarnai sang pemimpin.

Salah satu hasil pemeriksaan BPK adalah banyak aset yang dikuasai negara tidak wajar nilainya, bahkan belum jelas status hukum pemilikannya. Fakta itulah yang menjadi salah satu penyebab BPK menyatakan disclaimer (tidak memberikan penilaian) atas laporan keuangan pemerintah pusat.

Yang dimaksud barang milik negara ialah tanah dan gedung yang dikuasai kementerian dan lembaga, badan negara, penyertaan modal negara, aset-aset eks BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) dan China yang masih dalam proses legalitasnya, serta barang-barang berharga lainnya, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ketidakjelasan aset negara dan nilainya yang tidak wajar tentu bisa menimbulkan macam-macam manipulasi yang merugikan negara. Dan itu telah terjadi dan akan terus terjadi bila pemerintah tidak segera menata ulang aset negara.

Bahkan, bukan hanya penataan ulang, dalam banyak kasus diperlukan langkah hukum yang lebih berani untuk mendapatkan kembali aset negara yang telah berpindah tangan dengan cara manipulatif, tetapi kemudian sepertinya sah secara hukum karena hukum dapat dibeli.

Oleh sebab itu, pernyataan pemerintah akan menginventarisasi aset negara di kawasan Kemayoran dan Gelanggang Bung Karno, Senayan, Jakarta, memerlukan pembuktian bahwa itu bukan cuma pernyataan bagus karena lidah tidak bertulang. Aset negara di kedua kawasan itu bernilai ekonomis sangat tinggi. Karena itu, amat menggiurkan untuk dimanipulasi kepemilikannya. Siapakah dalam pemerintahan yang sapunya bersih sehingga dapat menyapu lebih bersih?

Harus pula disebutkan berbagai aset yang dikuasai negara akibat keputusan pengadilan atas perkara korupsi. Siapa pun dihukum karena korupsi maka hartanya disita untuk negara. Di antaranya rumah dan tanah. Namun, betulkah semua itu menjadi aset yang dikuasai negara? Atau malah telah dikuasai perorangan?

Perkara yang sama dapat diperluas menyangkut semua barang bukti yang disita demi hukum untuk negara. Masihkah semuanya menjadi aset yang dikuasai negara? Tidakkah telah berpindah tangan?

Sidang kabinet terbatas memutuskan untuk menata ulang aset negara. Sebuah keputusan yang bagus, yaitu responsif terhadap laporan BPK, yang menunjukkan berjalannya manfaat prinsip check and balance.

Namun, kembali perlu diingatkan bahwa keputusan kabinet itu membutuhkan langkah nyata yang jujur dan berani sehingga aset negara mendapatkan nilainya yang wajar dan status legalnya yang benar.

Namanya menata ulang aset negara, tetapi substansinya menegakkan pemerintahan yang bersih dan berani. Itulah kualitas yang semakin lama semakin memerlukan energi yang sangat besar untuk meyakinkan publik untuk memercayainya bahwa harapan itu masih ada.

Parameternya gampang. Jika tahun depan BPK kembali menyatakan disclaimer atas laporan keuangan pemerintah pusat, itu berarti harapan sudah pupus.

Lembaran lama harus ditutup dan lembaran baru mesti dimulai kembali.

Media Indonesia, Sabtu, 23 Juni 2007

0 Responses to “Menata Ulang Aset Negara”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: