Berkantor di Atas Lumpur

BUKAN baru kali ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkantor di daerah yang sedang bermasalah. Dulu SBY pernah menginap di rumah Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, untuk melihat bencana. Lalu pernah juga Yudhoyono bermalam beberapa hari di Yogyakarta tatkala daerah itu dihajar gempa bumi.

Sekarang, setelah sempat menangis karena terharu, Presiden mulai hari ini berkantor di Sidoarjo. Selama tiga hari SBY mau melihat dari dekat dan merasakan penderitaan ribuan warga yang hartanya tenggelam dalam kolam lumpur Lapindo. Presiden merasa perlu ke sana karena persoalan Lapindo tidak kunjung beres.

Bila seorang presiden bisa berkantor di mana saja sesuai dengan kebutuhan, itu tanda sebuah kemauan kuat untuk menyelesaikan masalah. Itu juga menjadi petunjuk bahwa tidak ada lagi tempat di Indonesia yang tidak layak lagi dijadikan kantor presiden. Atau, seorang presiden sudah tidak lagi memedulikan syarat kelayakan berdasarkan standar protokoler. Yang penting datang dan berada lebih dekat untuk mengetahui dan menyelesaikan masalah.

Lalu dalam kasus Lapindo, apa yang diharapkan dari kehadiran tiga hari SBY di sana? Kalau mau menyelesaikan masalah, ada dua soal terpenting. Pertama, semburan lumpur yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun bisa dihentikan. Kedua, masalah sosial korban seperti ganti rugi dan relokasi juga harus diatasi. Bila tidak, untuk apa berkantor di Sidoarjo selama tiga hari?

Yang juga tidak kalah pentingnya adalah kejelasan tentang tanggung jawab PT Lapindo Brantas terhadap total kerugian yang diderita warga. Apakah Lapindo menanggung seluruh, 50%, 10%, atau hanya 1% dari total kerugian?

Jadi, dari sisi penyelesaian masalah, kehadiran tiga hari SBY di Sidoarjo harus membuat persoalan menjadi tuntas. Tuntas tentang tanggung jawab Lapindo. Tuntas tentang tanggung jawab negara. Tuntas tentang penyelesaian kepentingan warga, dan tuntas juga target waktunya.

Hanya dengan ketuntasan seperti itu, tiga hari berkantor di Sidoarjo bermanfaat. Bila tidak, akan dikritik bahwa berkantor tiga hari di Sidoarjo lebih banyak merupakan kebijakan pemasaran untuk menjaga pesona daripada menyelesaikan masalah. Jangan sampai muncul penilaian kehadiran Presiden di daerah bencana, apalagi berkantor di sana, sekadar memanfaatkan bencana menjadi adventure in paradise.

Sebagai penguasa eksekutif tertinggi, Presiden boleh melakukan apa saja yang patut dan diperbolehkan untuk menyelesaikan masalah. Termasuk menginap dan berkantor di tempat bencana.

Namun, perlu dijaga proporsionalitas dan efektivitasnya. Bila terlalu banyak masalah diselesaikan dengan cara kehadiran Presiden on the spot, efektivitasnya mungkin terjawab. Akan tetapi, yang dipertanyakan dari model seperti itu adalah koordinasi dan pendelegasian wewenang kepada institusi-institusi di daerah dalam hierarki birokrasi. Jangan-jangan seluruh institusi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Bila itu yang terjadi, sesungguhnya kita memiliki pemerintahan yang tidak efektif memerintah. Keinginan dan komando otoritas tertinggi Indonesia di Jakarta tidak mampu menyuruh dan melarang. Itu, tentu, amat menyedihkan.

Kalau menteri, gubernur, dan bupati hanya menunggu kedatangan presiden untuk menyelesaikan persoalan, mereka pada dasarnya menceburkan presiden ke prahara. Semoga SBY tidak keasyikan berkantor di daerah bencana, termasuk di Sidoarjo yang dikepung lumpur Lapindo.

Media Indonesia, Selasa, 26 Juni 2007

0 Responses to “Berkantor di Atas Lumpur”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: