KPK Sepi Peminat

PADA 3 Juli nanti, atau lima hari dari sekarang, pendaftaran calon anggota baru Komisi Pemberantasan Korupsi ditutup. Akan tetapi, berbeda dengan rekrutmen KPK periode lalu, minat anggota masyarakat untuk menjadi anggota badan terhormat ini menurun.

Hingga sekarang mereka yang mendaftar belum mencapai 100 orang. Seminggu yang lalu jumlah yang mengambil formulir di panitia seleksi cuma 24 orang. Ada apa?

Menarik untuk disimak fenomena itu. Sejumlah tokoh yang dianggap pantas mendaftar, tetapi membatalkan niatnya mengatakan mereka tidak sreg dengan seleksi di DPR. Seleksi di DPR dianggap tidak lagi objektif karena wakil rakyat yang berasal dari partai-partai memiliki referensi tersendiri mengenai orang-orang yang mereka kehendaki.

Kalau ganjalannya hanya sebatas keengganan berhadapan dengan uji kelayakan di DPR, mungkin persoalannya tidaklah terlalu merisaukan. Tinggal mengubah mekanisme dan alat seleksinya.

Yang lebih merisaukan justru jika sepinya minat menjadi anggota KPK diakibatkan ketidakpercayaan lagi pada semangat lembaga itu memerangi korupsi. Atau, bisa saja, rakyat justru tidak mau korupsi diberantas.

Ada juga pendapat lain. Sepinya peminat menjadi anggota KPK karena mereka yang memiliki potensi untuk duduk di lembaga ini melihat tidak lagi ada keuntungan bekerja di lembaga tersebut. Selain pengawasan masyarakat yang sangat ketat, intervensi kekuasaan tidak surut. KPK, walaupun memberi gaji lumayan tinggi kepada anggotanya, dianggap tidaklah menjanjikan bagi kepentingan nafkah dan kantong individu.

Jadi, orientasi pragmatis meruntuhkan semangat memerangi korupsi. Itu penyakit di hampir semua lembaga negara. Orang-orang ingin duduk di dalamnya karena motivasi nafkah, bukan pengabdian atau obsesi.

Berbagai analisis bisa saja diungkap dan diperdebatkan. Akan tetapi, fakta yang merisaukan adalah matinya semangat di kalangan anggota masyarakat untuk memerangi korupsi. Tidak bisa dibayangkan bila tidak ada lagi anak Indonesia yang mau menjadi anggota KPK, akan seperti apakah nasib pemberantasan korupsi di negeri ini?

Tidak bisa dipersalahkan, memang, bila orang melirik KPK dengan kacamata nafkah. Itulah pragmatisme yang bisa saja diterima ketika negara dihuni warga yang miskin. Itu keinginan yang normal ketika situasi keseharian menghadirkan dengan sangat jelas bahwa korupsi merupakan jalan paling enak untuk mengatasi kemiskinan. Enak karena orang bisa merampok uang negara tanpa hukuman yang jelas.

Sangatlah memilukan jika semangat memerangi korupsi mati terlalu dini. Padahal reformasi memperoleh amunisi dahsyat bagi kehadirannya dari kehendak dan tema-tema pemberantasan korupsi. Itu berarti ketika bendera perang dikibarkan, kita tidak cukup kuat memberi angin agar tetap berkibar.

Negara bertanggung jawab terhadap situasi seperti itu. Perang terhadap korupsi dalam banyak hal digembosi negara sendiri. KPK, terlepas dari keberaniannya membongkar sejumlah kasus korupsi besar, tetap saja tidak memperoleh perlindungan dan dorongan kuat dari negara agar tetap melanjutkan keberaniannya.

Di tengah lemahnya fungsi lembaga penegak hukum lainnya, seperti kejaksaan dan kepolisian, termasuk juga kehakiman, KPK tetap diperlukan. Karena itu, sistem rekrutmen yang terlalu luas membuka diri perlu ditinjau kembali untuk mencegah orang-orang yang masuk ke KPK dengan motivasi nafkah. Fit and proper test yang dilakukan DPR, bila itu berpotensi menimbulkan korupsi baru, harus juga diganti dengan, misalnya, uji kelayakan oleh tim ahli independen.

Sepinya peminat untuk menjadi anggota KPK merupakan tantangan tersendiri bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang sejak awal mengumumkan dirinya memimpin langsung perang terhadap korupsi di Indonesia. KPK yang mulai loyo adalah indikasi corruption fights back.

Media Indonesia, Kamis, 28 Juni 2007

0 Responses to “KPK Sepi Peminat”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: