Stop Penyiksaan TKI

Kisah pilu yang dialami Ceriyati binti Dapin seakan tiada habisnya. Belum lekang kepedihan luka fisik akibat penganiayaan oleh majikannya di Malaysia, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Brebes, Jawa Tengah itu, harus mendapati kenyataan pahit bahwa majikan wanita yang kerap menganiayanya dibebaskan.

Pembebasan oleh Polisi Malaysia itu tentu terasa menyesakkan. Bagaimanapun, penahanan Ivone Siew, sang majikan, adalah simbol awal keadilan yang harus didapat Ceriyati.

Sebaliknya, pembebasan itu dikhawatirkan menjadi awal kandasnya proses hukum atas kasus kekerasan fisik yang dialaminya.

Alasan Polisi Malaysia bahwa belum ditemukan bukti bahwa Ceriyati benar-benar disiksa Ivone bersamaan selesainya pemeriksaan, bagi kita terasa mengada-ada. Apalagi, di Malaysia diembuskan kabar bahwa Ceriyati sebenarnya berniat bunuh diri saat nekat turun dari lantai 15 menggunakan tali yang dibuat dari potongan kain. Semua itu seakan melengkapi derita Ceriyati.

Mendapati kenyataan tersebut, kita tentu khawatir, proses hukum kasus penganiayaan Ceriyati kembali kandas, sebagaimana kasus-kasus kekerasan terhadap TKI sebelumnya. Kasus Nirmala Bonat, TKI asal Nusa Tenggara Timur, yang tak kalah menghebohkan publik Malaysia dan Indonesia beberapa tahun lalu, juga tak berujung pada sanksi pidana terhadap majikan pelaku kekerasan.

Bahkan Nirmala dicegah kembali ke Malaysia untuk memberi kesaksian mengenai penganiayaan yang dialaminya, setelah dia sempat kembali ke kampung halamannya. Modus yang sama ditengarai kembali terjadi pada kasus Ceriyati, karena yang bersangkutan kini sudah berada di kampung halamannya.

Kita tentu menggugat sikap pemerintah dan aparat penegak hukum di Malaysia, yang tampaknya tak memiliki komitmen kuat untuk melindungi dan memproses hukum para majikan yang kedapatan memperlakukan buruh migran, khususnya TKI, secara tak adil. Penghormatan atas hak asasi manusia dan penegakan hukum, jelas tidak pernah dirasakan para TKI. Kasus-kasus kekerasan fisik dibiarkan larut seiring perjalanan waktu.

Akibatnya, perlakuan yang mengabaikan penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, selalu terulang di Negeri Jiran itu. Para majikan tak pernah jera bertindak semena-mena, karena merasa didukung pemerintah dan aparat penegak hukum setempat, yang selalu kompromi dengan kejahatan yang mereka lakukan.

Melihat kondisi tersebut, kita juga menggugat sikap Pemerintah Indonesia, yang tampaknya tidak tegas terhadap pemerintah dari negara-negara TKI bekerja. Terulangnya kasus kekerasan fisik yang dialami TKI, membuktikan pemerintah kita tidak memberi perlindungan hukum yang memadai.

Adalah menjadi tugas pemerintah menjamin warganya diperlakukan secara adil dan manusiawi di mana pun berada dan apa pun profesi mereka. Jika Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mendapat perlindungan hukum yang memadai saat dipermalukan di Australia, hal yang sama seharusnya juga diberlakukan kepada sesama anak bangsa.

Bertahun-tahun kita mengirim TKI ke luar negeri. Sayangnya, selama itu pula aturan yang ada tak kunjung mampu menjamin perlindungan hukum dan memanusiakan para “pahlawan devisa” ini. Pemerintah kita terkesan kurang memiliki posisi tawar terhadap pemerintah dari negara tempat TKI bekerja.

Kondisi bahwa negara lain membutuhkan TKI guna mendukung perekonomiannya, tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemerintah Indonesia, untuk menuntut jaminan perlindungan hukum dan perlakuan yang layak bagi TKI.

Menanggapi pembebasan bekas majikan Ceriyati, saatnya pemerintah bersikap tegas terhadap Malaysia, dan menunjukkan keberpihakan terhadap nasib dan kepentingan warga negaranya. Kita harus belajar dari Filipina untuk masalah yang satu ini. Pembiaran atas kasus-kasus kekerasan yang menimpa TKI harus diakhiri.

Suara Pembaruan, 28 Juni 2007

3 Responses to “Stop Penyiksaan TKI”


  1. 1 MR.NUNUSAKU Juli 4, 2007 pukul 8:39 pm

    Banyak peristiwa TKW diluar negeri yang bekerja disiksa dan diperkosa
    (Perkosaan TKW di Saudi Arabiah, dan banyak terjadi siksaan TKW di Malaysia, lalu kita bertaya ‘MENGAPA MEREKA MAU JUGA TETAP BEKERJA DI MALAYSIA, DAN SAUDI ARABIAH>>> MEREKA SUDAH BANYAK MENDENGAR TENTANG KASUS PENYIKSAAN TKW DILUAR NEGERI,..TETAPI TOH MEREKA TETAP
    MAU BEKERJA DILUAR NEGERI KARENA….? DINEGARA SENDIRI DALAM KEMERALATAN DAN BANYAK PENGAGGURAN KEMISKINAN DIMANA-MANA KASIHAN BANGSA INI INI….WALUPUN DALAM SIKSAAN TETAP DITERIMAHNYA DARI PADA KELAPARAN DINEGARA SENDIRI…INILAH PERJUANGAN HIDUP BANGSA TEMPE dinegeri orang.

    • 2 saktiawan Agustus 30, 2009 pukul 10:22 pm

      sebenarnya mereka yang kerja diluar negeri tanpa keterampilan .adalah mereka yang ingin mendapatkan uang lebih banyak dan dalam tempo yang singkat.dalam negeri sendiri sebenarnya banyak pekerjaan. contohnya saya,apapun saya lakukan demi mendapatkan nafkah untuk keluarga. memang hasilnya tidak secepat kerja diluar negeri.jual cacing saja bisa jadi haji,angon bebek saja punya istri 2,cari kertas bekas bisa buat rumah mewah.nah apalagi yang tidak ada dinegeri kita ?hanya kita yang tidak tahan melihat sekeliling kita yang sudah kaya dari orang tuanya.sehingga kita tak sadar akan kemampuan kita.ingat lagu koes plus “kail dan jala cukup menghidupimu”selamat merenuang semoga masih dapat diterima .amin

  2. 3 ferdom Agustus 29, 2009 pukul 12:52 pm

    betul sekali, kita juga harus bertindak tegas terhadap MALINGSIA yang sudah semena-mena terhadap bangsa Indonesia, jangan sampai harga diri bangsa terus diinjak-injak! dan jangan mau kalah sama dia, masih bagus Indonesia kehormatanya daripada Malaysia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: