Mengajak Masyarakat Taat Hukum

Langkah tersulit dalam upaya demokratisasi adalah menjalankan perilaku demokrasi mulai dari diri sendiri. Apalagi bagi masyarakat Indonesia yang baru kembali melangkah ke demokrasi sembilan tahun silam, setelah selama 32 tahun terkungkung dalam penjara besi sistem otoriter Orde Baru. Kita memang membutuhkan waktu tidak seperti membalikkan telapak tangan. Terlebih feodalisme juga masih kental dalam masyarakat kita.

Dari sikap-sikap demokratis yang dijalankan oleh setiap individu itulah nantinya menjadi sebuah koloni besar yang kuat dalam berdemokrasi. Kita tidak bisa berharap banyak demokrasi akan tumbuh subur bila masyarakat sendiri tidak mau berdemokrasi dalam dirinya sendiri. Lembaga-lembaga demokrasi yang kita bangun sejak Reformasi 1998 hanyalah sebuah prosedur demokrasi yang pertumbuhannya akan semakin baik bila dipupuki oleh perilaku demokratis dari setiap individu.

Salah satu perilaku demokrasi yang paling penting adalah menaati peraturan hukum yang berlaku. Apa pun bentuk produk hukum, suka atau tidak suka, masyarakat harus mematuhinya. Demokrasi tanpa penegakan hukum hanya melahirkan anarkisme. Sifat-sifat destruktif inilah yang harus kita hindari. Bukan hanya menimbulkan kekacauan dan merugikan masyarakat luas, anarkisme juga kian menjauhkan kita dari upaya-upaya demokratisasi.

Insiden perusakan mobil operasional Dishub DKI oleh para pelanggar lajur busway di kawasan Senen, Jakarta Pusat, awal pekan lalu, bisa dijadikan momentum untuk melihat seberapa besar individu-individu mau menaati hukum. Tindakan hukum seharusnya dijatuhkan kepada semua pelanggar. Tidak hanya anggota Dishub yang –kalau benar– mengeluarkan surat bukti pelanggaran (tilang) yang merupakan wewenang polisi, tetapi juga masyarakat yang melanggar hukum dengan masuk ke lajur busway. Perlu dicek kebenarannya apakah polisi memang membiarkan mereka masuk ke lajur khusus itu.

Sudah menjadi pemandangan umum, banyak pengendara roda dua maupun empat (kebanyakan mobil mewah!) yang menyerobot ke lajur busway. Mereka sering melakukannya ketika polisi tak ada di mulut-mulut lajur khusus itu. Tidak jarang pula karena ”kebaikan” polisi dengan alasan lalu lintas sedang macet sehingga dibiarkan nyelonong ke lajur tersebut.

Namun, tindakan itu tentu saja melegalkan sebuah pelanggaran hukum. Sebab, sudah jelas terpampang tanda verboden di setiap lajur khusus busway. Kalaupun mau melegalkannya, tetapkan saja jam-jam khusus yang boleh masuk ke lajur itu.

Bagi petugas Dishub, kita tentu mengapresiasi langkah-langkah yang mereka lakukan untuk menegakkan hukum terkait lajur busway. Tetapi, kritik kita terhadap mereka adalah lakukanlah itu di mulut-mulut masuk lajur busway, sehingga langsung bisa menghadang kendaraan yang mencoba menyerobot lajur itu. Jangan menjaga di mulut keluar lajur busway, yang terkesan sengaja menjebak pengendara sehingga terjadilah insiden seperti telah disebutkan di atas.

Insiden busway di Jakarta itu baru bagian kecil dari perilaku demokrasi setiap individu yang bisa kita lihat. Siapa pun haruslah menaati hukum, bila ingin demokrasi di negeri ini tumbuh subur. Terlebih petugas, seperti polisi, seharusnyalah mengajak masyarakat taat pada hukum. Bukan malah mengajak melanggarnya. Termasuk menertibkan para pelanggar lajur busway.

Republika, Sabtu, 30 Juni 2007

1 Response to “Mengajak Masyarakat Taat Hukum”


  1. 1 Sleepallnight Maret 14, 2009 pukul 6:22 pm

    Saya seorang muda yang kata orang tua saya masih idealis. Saya harap garis hidup saya bisa menghilangkan kata masih dalam pernyataan itu. Tapi memang dalam keadaan sehari hari sulit menemukan orang yang bersikap positif terhadap hukum, banyak alasan alasan yang mematahkan semangat idealisme saya kepada hukum, ada yang bilang; ah yang buat hukum saja melanggar hukum (para koruptor di dpr). Saya juga sulit ketemu teman yang sepandangan dengan saya, bahwa melalui taat hukum kita menjalin relasi dengan sesama dengan efektif dan efisien.

    Saya harap orang orang yang perduli semua meningkatkan kampanye tentang hukum sebagai solusi hidup bersama. Kalau bisa ada komunitas taat hukum yang bisa saling mendukung dan menyemangati.
    Terimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: