Larangan Terbang ke Eropa

BELUM seminggu pemerintah mengeluarkan penilaian mutakhir atas kinerja maskapai penerbangan Indonesia, sebuah pukulan telak datang dari Eropa. Telak karena Komisi Uni Eropa justru menjungkirbalikkan penilaian pemerintah itu.

Jungkir balik karena berdasarkan penilaian pemerintah, sekarang tidak ada lagi maskapai penerbangan Indonesia yang kinerjanya buruk yang masih diizinkan beroperasi. Sebaliknya, Komisi Uni Eropa justru akan melarang terbang maskapai penerbangan Indonesia ke Eropa dan mengimbau warga Eropa agar tidak menggunakan maskapai penerbangan Indonesia dengan alasan tidak aman.

Larangan itu akan dikeluarkan dalam pekan ini dan berlaku di 27 negara anggota Uni Eropa. Dasar larangan adalah saran dari Komite Keselamatan Udara Uni Eropa.

Padahal, Senin (25/6) silam, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara baru mengumumkan penilaian yang sangat menggembirakan, yaitu dari 21 maskapai penerbangan hanya satu yang dinilai buruk, masuk kategori III, dan dicabut izin operasinya.

Selebihnya, 19 maskapai penerbangan berkinerja sedang, masuk kategori II, bahkan tujuh di antaranya dipromosikan dari kategori III. Garuda Indonesia naik kelas menjadi satu-satunya maskapai penerbangan yang masuk kategori I atau berkinerja baik.

Namun, penilaian pemerintah itu tiada harganya di mata Komisi Uni Eropa. Mereka justru akan memasukkan maskapai penerbangan Indonesia ke daftar hitam sampai ada tindakan nyata dari otoritas penerbangan Indonesia untuk memperbaiki keselamatan penerbangan. Dengan kata lain, Uni Eropa tetap tidak percaya bahwa pemerintah Indonesia telah mengambil langkah kredibel.

Memperbaiki kinerja maskapai penerbangan tentu tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Kiranya itulah yang terjadi di negeri ini. Siapa pun sulit percaya bahwa hanya dalam tempo tiga bulan banyak maskapai penerbangan Indonesia mampu memperbaiki kinerjanya sehingga naik kelas dari kategori III (kinerja buruk) ke kategori II (kinerja sedang).

Oleh karena itu, selayaknya dunia terkejut dengan penilaian pemerintah itu. Sebab terlalu indah untuk dipercaya. Di lain pihak, dunia tak kaget dengan larangan terbang yang dikeluarkan Uni Eropa sebab penilaiannya menggunakan standar keselamatan yang tidak dapat ditawar dan dibeli. Sejarah perekonomian Eropa dan juga sejarah peradaban Eropa memang telah berkembang sangat jauh sehingga mencapai suatu keseimbangan yang tinggi antara kemakmuran dan keselamatan.

Larangan Komisi Uni Eropa itu hendaknya menjadi pukulan berharga untuk koreksi diri. Harus ada visi yang jauh dan jujur untuk mengangkat kinerja maskapai penerbangan Indonesia sehingga mampu bersaing dalam tataran kelas dunia.

Untuk itu jelas diperlukan pemerintah yang bersih, yang tidak dapat dibeli, yang tidak kompromi terhadap standar keselamatan dan keamanan. Itulah pemerintah yang tegas dan konsisten sayang nyawa rakyatnya.

Akan tetapi, standar keselamatan dan keamanan yang tinggi, yang bersaing di level dunia, tidak dapat dicapai dengan membiarkan setiap maskapai penerbangan sendirian merangkak menggapainya. Setidaknya, negara harus mengambil peran yang strategis terhadap maskapai penerbangan miliknya.

Garuda Indonesia sebagai flag carrier mestinya mendapat dukungan kapital dari negara sehingga tidak hanya mampu memenuhi standar keamanan dan keselamatan penerbangan, tetapi lebih dari itu bisa bersaing dengan maskapai penerbangan lainnya dalam konteks global.

Garuda Indonesia sudah lama menyuarakan perlunya dan pentingnya negara menambah modal, tetapi pemerintah dan DPR sangat lamban mengambil keputusan. Sebuah bukti buruknya komitmen negara untuk memiliki maskapai penerbangan yang dipercaya dan sanggup berkompetisi pada kelas dunia.

Masuk daftar hitam Komisi Uni Eropa tentu memalukan. Oleh karena itu, pemerintah harus sepenuh hati dan daya memajukan flag carrier sehingga suatu hari kehormatan bangsa pun berkibar-kibar dengan gagahnya.

Media Indonesia, Senin, 02 Juli 2007

9 Responses to “Larangan Terbang ke Eropa”


  1. 1 MR.NUNUSAKU Juli 4, 2007 pukul 9:49 pm

    Larangan terbang ke Europa dengan penerbangan Indonesa Airlines sudah sebantasnya, karena selama ini banyak terjadi kecelakaan penerbangan Indonesia ditanah air kita Indonesia…keselamatan penerbangan itu tidak pernah diperhatikan,,,,yang penting wang bisa masuk sebanyak mungkin. Istilah biar penerngan kita usia telah berkaran termakan usia 60 tahun barang bekas dari Europa asalkan mesin jalannya maju mundur yang penting wangnya masuk kesemalatan penumpang itu urusan resiko dari belakang…ini cara pikir budaya bangsa Indonesia. Pantasan negara kita Indonesia selalu mundur kebelakang mana ada kemajuan…kemajuan yaitu kropsi dimana-mana dalam negara kita ini. Kita banyak ketinggalan dari negara Malaysia yang tadinya negara Malaysia banyak belajar dari Indonesia nah sekarang mereka yang lebih maju dari bangsa tempe ini.

    Kelebihan bangsa RI ialah KKN, Kropsi wang negara, dan melakukan pembodohan sesama anak bangsa, nah ini kelebihan bangsa tempe dalam hal tipu menipu kita nomer satu didunia.
    Oleh sebab itu kita tetap menjadi bangsa melarat sampai harus menjadi TKW keluar negeri walupun mengalami penyiksaan dimana-mana
    lalu pemimpin kita tetap memikirkan kepentingan diri sendiri golongan dan kekuasaan…rakyat mau mampus keh itu urusan mereka ini cara pemikran elite kita yang berkaliber murahan.

  2. 3 Iwan Darmawansyah Juli 15, 2007 pukul 8:24 pm

    Saat dunia penerbangan Indonesia intropeksi diri. Sebaiknya lebih diprioritaskan pembenahan internal daripada sibuk melakukan negosisasi dan lobi-lobi.

    Ayo Indonesia Bangkit!

  3. 4 veros Juli 19, 2007 pukul 7:44 am

    Burung ada sayap. jantung ,hati, kaki dan mata kapalterbang pun ada cuma mata tidak ada.Mata kapalterbang
    mengunakan mata manusia.

  4. 5 adamair Juli 25, 2007 pukul 11:11 pm

    Pesawat terbang kita banyak yang jatuh di negara sendiri, termasuk garuda.

    Nah kalau jatuh di negara orang eropa dan apalagi jatuhnya di tempat yang VITAL. Kata maaf tidak akan bisa mejawab hal itu dan kerugian itu juga belum tentu kebayar.

    Ini lagi mentri perhubungan SOK PINTER YUSMAN SYAFII , wong SBY menyuruh seluruh jajarannya INTROPEKSI DIRI.

  5. 6 Bagong Agustus 23, 2007 pukul 3:22 pm

    Larangan terbang ke EU bagi semua penerbangan Indonesia memang adalah langkah yang tepat dan seharusnya diikuti oleh negara negara lain di Asia, Australia dan Amerika.

    Dunia penerbangan Indonesia saat ini sudah sangat terpuruk dikarenakan jumlah angka kecelakaan yang tinggi dan salah satu faktor utamanya adalah pengoperasian pesawat tua seperti Boeing 737 seri 200 yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia. Padahal pesawat jenis ini sudah di “pensiunkan” dibanyak negara.

    Memang orang Indonesia “Banyak Akal” dan inipun diterapkan di-dunia penerbangan Indonesia, sehingga pesawat yang tidak layak terbang pun masih dapat terbang dan nyawa penumpang sebagai taruhan untuk mendapatkan keuntungan.

    Memang “mental” orang Indonesia yang harus dirubah dahulu sebelum merubah struktur penerbangan Indonesia untuk menjadi lebih baik

  6. 7 andre gunawan Agustus 26, 2007 pukul 9:46 pm

    Dilain pihak saya sangat mendukung kebijakan yang diterapkan pada EU , ini berdasarkan keselamatan nyawa penumpang tapi dilain pihak saya sangat sedih dan menyayangkan kondisi penerbangan bangsa ini…sepertinya masalah Urgent ini merupakan masalah yang cuman dihadapi pihak penerbangan tanpa memiliki perhatian dan kesedihan pada diri mereka…apakah ini yang namanya negara kesatuan…? bukankan baiknya bila negara ini disebut negara perselisihan….hampir semua wilayah yang dulunya berjanji seia sekata dan rela malakukan apa saja demi berkibarnya merah putih dan mengepaknya sang Garuda…kini diibaratkan sebuah Bom waktu yang siap meledak untuk melepaskan diri dari sayap sang Garuda…..

    Kini Garuda sudah berhasil mengepakkan sayapnya keseluruh belahan dunia dan menjadi bukti kedirgantaraan kita…namun apa yang terjadi saat ini Burung Garuda kita sudah tidak diperbolehkan lagi mengepakkan sayapnya lebih lebar lagi…tidakkah kalian sedih haa …?? dimana rasa kesolidaritasan yang anda junjung, dimana anda simpan pemahaman pancasila dan UUD 1945, dimana anda simpan …haaa !!!!!

  7. 8 suryanto Agustus 20, 2008 pukul 12:06 pm

    hal ini merupakan wujud pelececehan eropa terhadap harga diri bangsa
    apa yang salah???????????
    jawabnya adalah MENTAL DAN MENEJERIAL

  8. 9 hadi Juli 6, 2009 pukul 8:43 pm

    tapi setelah garuda memutuskan menggunakan airbus..
    ijin terbang itu kemudian keluar..
    lucu orang eropa itu … gak puas2nya menjajah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: