Sampai Titik Darah Penghabisan

Jujur saja kita sudah lama merasakan hilangnya rasa bangga pada bangsa sendiri. Kebanggaan itu seperti sudah menjadi barang langka. Terlebih setelah reformasi yang justru banyak diwarnai oleh ingar-bingar politik. Tidak sedikit politisi cuma sibuk memikirkan kepentingannya sendiri. Kepentingan rakyat hanyalah retorika belaka dan barang mainan yang cuma diperlukan untuk mengantar mereka ke kursi kekuasaan.

Tetapi, barang langka itu dalam sepekan terakhir ini terasa kental di setiap dada kita. Bukan dari kancah politik, melainkan dari lapangan sepak bola. Perjuangan keras yang diperlihatkan oleh tim ‘Merah Putih’ di kancah Piala Asia membuat kita semua sadar bahwa bangsa ini juga ”bisa”.

Diawali dengan kemenangan 2-1 atas Bahrain, rasa bangga pada Indonesia itu kian terasa ketika Sabtu lalu Bambang Pamungkas dan kawan-kawan menghadapi Arab Saudi. Meski akhirnya kalah 1-2, para pemain sudah menunjukkan perlawanan sampai tetes darah penghabisan. Dengan semangat tak kenal lelah, mereka membuat tim ‘Singa Padang Pasir’ itu kerepotan tidak hanya dalam menyerang tapi juga dalam bertahan. Hanya keberuntunganlah yang membuat Arab Saudi akhirnya menang di detik-detik terakhir.

Semangat juang para pemainlah yang membuat kita bangga. Walaupun akhirnya kalah, tapi mereka kalah dengan kepala tegak. Rasanya kita sudah jarang melihat kegigihan atlet-atlet kita di medan laga internasional. Tak salah bila kemudian seisi Stadion Gelora Bung Karno malam itu memberikan penghormatan sambil berdiri kepada seluruh pemain ketika keluar dari lapangan. Tepuk tangan bergemuruh dari dalam stadion dan hanya surut begitu lampu-lampu mulai dimatikan.

Rasa bangga itu pun mengalir begitu saja di setiap kesempatan. Tak ada yang dapat mengalahkan topik perjuangan keras tim nasional sepak bola kita, dalam setiap obrolan. Dukungan pun terus mengalir menjelang pertandingan hidup-mati melawan Korea Selatan (Korsel) petang ini di tempat yang sama. Tiket pun sudah terjual habis. Padahal, masih ribuan lagi yang ingin menyaksikan langsung perjuangan anak-anak Indonesia.

Kita berharap semangat juang tim Merah Putih tidak mengendor. Bermainlah sampai titik darah penghabisan. Jangan pernah menyerah sebelum wasit meniup peluit panjang. Kalaupun mati, matilah dengan terhormat di lapangan. Kekalahan Korsel oleh Bahrain 1-2 beberapa hari lalu merupakan sinyal kuat bahwa tim ‘Ginseng’ juga dapat dikalahkan. Mereka juga manusia yang ada saatnya lengah.

Selain semangat juang yang tinggi, kolektivitas merupakan kunci para pemain Indonesia tampil ”kesetanan” di dua laga terdahulu. Faktor itulah yang jelas-jelas dapat menutupi kelemahan teknik dan fisik mereka. Dengan kolektivitas yang rapi ternyata semua tujuan dapat digapai, baik dalam menyerang maupun bertahan. Tunjukkanlah itu semua malam ini sekali lagi kepada kami. Bukan apa-apa, ini karena kita bisa dan semestinya berdiri sejajar dengan Korsel.

Menang tentu menjadi harapan seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Tapi, janganlah itu menjadi beban berat. Hadapi dengan perjuangan tanpa kenal lelah. Sekali lagi, sampai titik darah penghabisan! Kalaupun kalah nantinya, kami tetap bangga. Karena kita sudah bertarung habis-habisan. Setidaknya, telah memberi contoh baik tentang semangat juang dan kolektivitas untuk bisa menjadi bangsa yang tangguh dan disegani.

Republika, Rabu, 18 Juli 200

0 Responses to “Sampai Titik Darah Penghabisan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: