Mempertahankan Harga Diri Bangsa

Peristiwa pemukulan terhadap wasit karate asal Indonesia, Donald Luther Kolobita, oleh aparat Polisi Diraja Malaysia menjadi pertaruhan harga diri bangsa kita. Sebab, Donald Luther Kolobita, adalah warga negara Indonesia yang secara resmi diutus sebagai perwakilan kita dalam ajang perhelatan olahraga regional yang kebetulan diselenggarakan di Malaysia. Karena itu, pemukulan terhadap warga negara Indonesia di negeri orang dalam suatu urusan kenegaraan adalah pelecehan terhadap martabat negara kita.

Kasus pemukulan tersebut menjadi polemik yang merisaukan antarkedua negara. Dilihat dari sisi diplomatik, bukan tidak mungkin kasus ini akan kembali membuka catatan kritis perihal hubungan kedua negara setelah beberapa waktu yang lalu pernah didera berbagai peristiwa memilukan. Karena itu, pelajaran berharga harus dipetik dalam peristiwa ini. Peristiwa yang sama jangan sampai terulang kembali.

Kita sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat, penting sekali untuk menunjukkan eksistensi harga diri bangsa kita dalam kancah dunia internasional. Sikap tegas harus dilakukan. Sekalipun pemerintah Malaysia sudah secara resmi meminta maaf atas peristiwa ini, akan tetapi hal tersebut belumlah cukup.

Dilihat dari etika politik internasional, tentu kita harus dengan berbesar hati mau menerima permintaan maaf yang disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi. Tetapi, permintaan maaf tersebut harus disertai dengan tindakan konkrit untuk mengusut tuntas kasus ini. Proses hukum harus tetap dilakukan terhadap oknum aparat yang melakukan aksi tindak kekerasan terhadap warga negara asing tersebut.
Kasus ini memang sekilas terlihat kecil dan amat sederhana. Tetapi jika tidak segera ditangani dengan bijak, bukan tidak mungkin akan menambah riak-riak ketegangan hubungan diplomatik kedua negara. Terbukti, tak berselang berapa lama setelah peristiwa tersebut, respon yang cukup keras sebagai solidaritas bersama telah ditunjukkan oleh sejumlah warga negara di beberapa daerah.

Peristiwa pemukulan itu sangat disesalkan. Apalagi kedua negara memiliki banyak persamaan dan serumpun. Artinya, nilai-nilai budaya di antara kedua negara memiliki kedekatan makna. Budaya kita tidak mengenal tindak kekerasan, apalagi dilakukan dengan alasan yang tidak jelas. Karena itu, jika ada tindak kekerasan, maka itu adalah pembunuhan terhadap hakikat kebudayaan.

Kejelian dan keseriusan dalam menangani kasus ini menjadi ujian bagi harga diri bangsa kita. Sebab harga diri bangsa ini amat bergantung pada sikap dan pendirian bangsa itu sendiri, baik dalam skala lokal maupun global. Dilihat dari kacamata yang lebih luas, penanganan kasus ini menjadi ujian bagi perjalanan politik dan sikap Bangsa Indonesia terhadap warga negaranya di luar negeri.

Meskipun terjalin hubungan baik dan erat dalam skala yang luas dan kemitraan yang strategis antara Indonesia dan Malaysia, tetapi jangan sampai membawa implikasi buruk terhadap martabat kedua negara. Hubungan dan kerja sama dengan negara lain memang sangat penting. Namun, jika hubungan tersebut lebih membawa dampak buruk terhadap bangsa sendiri, maka seyogianya hubungan tersebut dipertimbangkan kembali. Karena itu, satu catatan penting dalam menimbang penting tidaknya hubungan dengan negara lain adalah seberapa dalam rasa saling membutuhkan dan menghormati.

Artinya hubungan dibangun karena satu bangsa dengan bangsa lain tidak saling melemahkan, tetapi harus saling menguatkan. Hubungan ini sering disebut bersimbiosis. Dengan demikian, posisi dan sikap setiap bangsa tidak akan dicap miring oleh bangsa yang lain.

Selama ini ada stigma yang sedemikan buruk di mata dunia internasional bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kurang menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Akan tetapi tentunya stigma itu bukanlah sesuatu yang permanen. Hal itu masih memungkinkan untuk dirobah. Untuk itulah kita perlu menunjukkan sikap dan pendirian sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat, termasuk dalam kasus pemukulan terhadap warga negara kita yang dilakukan oleh aparat negara lain. (*)

 Sinar Indonesia Baru, 1 September 2007

0 Responses to “Mempertahankan Harga Diri Bangsa”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
September 2007
S S R K J S M
« Agu   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: