DPR yang Mati Rasa

BADAN Urusan Rumah Tangga Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati sebuah rencana mahal. Gedung DPR akan direnovasi dengan biaya tidak kurang dari Rp40 miliar. Gedung sekarang yang tergolong mewah dianggap tidak lagi memenuhi syarat bagi peningkatan kinerja anggota dewan.

Sepintas alasan itu masuk akal. Tetapi bisa dengan gampang dimengerti alasan sesungguhnya di balik rencana renovasi itu. Apalagi kalau bukan proyek yang bakal menguntungkan sejumlah kalangan di DPR sendiri.

Pada dasarnya seluruh fasilitas Gedung DPR sekarang sangat memadai untuk dijadikan tempat bekerja anggotanya. Merupakan sebuah pengelabuan besar jika memercayai bahwa kualitas kinerja dewan sekarang tidak memadai karena fasilitas pendukung yang buruk.

Dewan sekarang dengan fasilitas bertambah dan gaji yang berlipat ganda ternyata tidak lebih baik daripada dewan di masa lalu. Bahkan banyak yang berpendapat kualitas DPR sekarang lebih buruk.

Kita kehabisan kata-kata untuk menyatakan kekecewaan terhadap sense of priority yang begitu jeleknya di DPR. Sejumlah akademisi yang tidak ingin bersopan-sopan lagi menyebut rencana renovasi itu sebagai keinginan ‘orang-orang sakit’. Yang lain menyebut sinis dengan kalimat ‘DPR sudah mati rasa’. Yang lain lagi menuding DPR sudah kehilangan urat malu.

Mengapa kehendak yang memalukan seperti ini selalu berulang muncul dari DPR? Jawabnya karena DPR masih digerogoti mentalitas proyek. Ada rezeki dan nafkah yang berlimpah jika proyek juga berlimpah.

Bagi sejumlah orang di DPR, masa bakti yang tersisa dua tahun lagi adalah masa kritis. Oleh karena itu, bila kekuasaan masih berada di tangan, kekuasaan itu harus digunakan sebaik mungkin untuk meraih rezeki. Proyek-proyek yang tidak masuk akal pun harus dipaksakan.

Adalah sebuah pengkhianatan jika DPR terus melaksanakan rencana yang ditentang rakyat. Jika DPR yang melembagakan aspirasi rakyat melawan kehendak dan nurani khalayak, DPR kehilangan legalitas yang paling hakiki dari eksistensinya. Sebab, mereka duduk di parlemen justru untuk memperjuangkan kehendak dan nurani rakyatnya.

Pengkhianatan terhadap nurani publik bisa bertumbuh subur karena mentalitas korupsi yang mengakar dalam. DPR hanya berteriak tentang reformasi di lembaga lain, tetapi tidak mau mereformasi diri sendiri.

Terlihat dengan sangat jelas ketika otoritas bujet DPR ditentukan sendiri, kerakusan tidak terbendung. Dan, seperti mudah diduga, kerakusan yang tidak mengenal malu itu dipicu kepentingan pundi-pundi individu di lembaga itu.

Kalau sebuah proyek atau rencana yang tidak masuk akal tetap saja dijalankan, bisa ditebak muncul jaring-jaring konspirasi kerakusan. Salah satunya keterkaitan antara pemenang proyek dan pemegang otoritas.

Jadi, DPR sebenarnya sangat asyik memerankan antitesis. Di mulut mereka berteriak tentang perang terhadap korupsi, tetapi dalam praktik mereka mengadopsi tata cara korupsi yang hendak mereka perangi. Itulah yang disebut sebagai pengkhianatan.

Bila otak kotor, hati keruh, dan tangan gatal, seluruh kepatutan dilabrak. DPR sudah tidak bisa membedakan lagi mana yang patut dan mana yang tidak. Mana yang bisa dan mana yang bisa, tapi tidak boleh.

Bila mentalitas rakus dan korup bersemi dalam sanubari wakil rakyat, mereka tidak bisa lagi membedakan mana keinginan dan kebutuhan. Renovasi Gedung DPR yang menelan biaya Rp40 miliar adalah keinginan yang belum menjadi kebutuhan. Oleh karena itu, tidak boleh dilaksanakan.

Media Indonesia, Kamis, 06 September 2007

0 Responses to “DPR yang Mati Rasa”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
September 2007
S S R K J S M
« Agu   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: