Murahnya Integritas Wakil Rakyat

MENDAPAT gratis yang seharusnya membayar adalah memalukan bila diperoleh berkat kekuasaan. Bahkan, dapat digolongkan sebagai korupsi, yaitu penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Fasilitas gratis yang memalukan itulah yang dinikmati anggota Komisi V DPR yang membawahi masalah perhubungan. Mereka mendapat karcis tol gratis dari pengelola jalan tol. Itulah fasilitas yang telah dinikmati bertahun-tahun.

Fakta itu memperkeras kontradiksi antara nasib rakyat dan nasib wakil rakyat yang bernama anggota DPR. Di satu pihak, rakyat semakin hari memikul beban kehidupan yang semakin berat dan mahal. Di lain pihak, wakil rakyat semakin bersenang-senang dengan berbagai kemudahan. Bahkan, mendapatkannya dengan gratis.

Kenaikan tarif tol telah diprotes dengan sangat keras. Protes tidak saja karena tarifnya naik semau gue, tetapi juga karena mutu pelayanan yang buruk. Namun, protes itu tidak diindahkan, baik oleh pemerintah maupun oleh wakil rakyat yang seharusnya mengartikulasikan kepentingan rakyat.

Namun, sekarang kita semakin mengerti mengapa DPR tidak peduli dengan jeritan rakyat yang diwakilinya. Anggota DPR dapat dibeli cuma dengan karcis tol gratis.

Karcis tol gratis itu bisa menunjukkan dua perkara. Pertama, menyedihkan bagi yang masih menaruh tinggi harga kehormatan seorang wakil rakyat. Ternyata harganya dapat dibarter dengan karcis tol gratis. Kedua, memperkuat persepsi bagi yang memang sudah memandang rendah anggota DPR sehingga tidak kaget lagi bahwa anggota DPR tak punya malu menerima karcis tol gratis.

Karcis tol gratis itu kiranya cuma satu contoh kecil perihal perilaku anggota DPR yang memalukan. Masih banyak contoh lain yang juga tak kalah memalukan. Misalnya, anggota DPR yang juga merangkap agen penyalur minyak tanah yang diperolehnya dari Pertamina dengan menggunakan kekuasaannya.

Kelakuan lain yang juga parah adalah menjadi calo anggaran belanja negara untuk menaikkan dana alokasi khusus dan dana alokasi umum. Sebagai calo mendapat imbalan sekian persen dengan membahasakannya untuk teman-teman di Panitia Anggaran dan kewajiban partai. Tapi kasus itu tidak pernah diusut tuntas.

Mentalitas calo itulah pula yang menyebabkan muncul gagasan membelikan laptop untuk semua anggota DPR dengan menggunakan anggaran negara. Gagasan itu muncul karena ada anggota DPR yang jadi calo proyek pengadaan laptop.

Anggota DPR dipanggil sebagai anggota dewan yang terhormat. Bila saja Badan Kehormatan DPR mampu menegakkan kode etik dengan lugas, konsisten, dan tanpa pandang bulu, akan banyak sekali anggota DPR yang layak dipecat karena perilaku yang tidak terhormat di mata rakyat.

Tidaklah berlebihan untuk mengambil kesimpulan bahwa rakyat telah salah pilih anggota DPR. Yang dipilih bukan orang yang berintegritas, yang teguh membela kepentingan rakyat. Yang dipilih adalah wakil rakyat yang mementingkan diri sendiri, bahkan tanpa malu.

Semua kenyataan mengenai buruknya integritas anggota DPR itu mestinya memberi pelajaran sangat berharga bagi rakyat pada Pemilu 2009. Yaitu agar cermat mengawasi track record calon anggota DPR. Ada baiknya kebanyakan yang menjadi anggota DPR sekarang tidak usah dipilih lagi. Mereka telah tercemar oleh berbagai kasus, dari percaloan, karcis tol gratis, hingga studi banding ke luar negeri yang cuma kedok untuk berwisata ke mancanegara.

Media Indonesia, Sabtu, 08 September 2007

0 Responses to “Murahnya Integritas Wakil Rakyat”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
September 2007
S S R K J S M
« Agu   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: