Musuh Bangsa

Inilah tiga hal yang, bila diabaikan terlalu lama, akibatnya bisa fatal: Korupsi, perusakan lingkungan, dan narkoba (narkotika dan obat/bahan berbahaya). Ketiga hal ini boleh dikatakan telah lama kita abaikan. Kita tidak serius memberantasnya. Akibatnya bisa kita lihat sekarang ini.

Pertama, korupsi. Kita tidak tahu persis berapa triliun rupiah uang negara yang telah digarong dan diselewengkan oleh para koruptor untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Mereka terdiri dari para pejabat tinggi negara–baik eksekutif maupun legislatif, pegawai negeri, dari tingkat pusat hingga daerah, dan bahkan tingkat desa.

Tindak korupsi ini dilakukan baik oleh orang per orang maupun jamaah. Yang jelas mencuri uang negara itu sudah membudaya, karena dilakukan sejak Orde Lama, lalu Orde Baru, dan diteruskan hingga masa reformasi sekarang ini. Orang sudah benar-benar tidak malu mencuri uang negara. Uang negara berarti uang rakyat, termasuk rakyat miskin. Bisa dibayangkan, seandainya uang negara yang diselewengkan itu untuk menyejahterakan rakyat, tentulah rakyat Indonesia tidak sesengsara sekarang ini.

Kedua, perusakan lingkungan. Indonesia sebenarnya dianugerahi alam yang subur makmur. Hutan tumbuh lebat. Namun, karena nafsu tamak manusia, hutan seluas 120 juta hektare kini tinggal 19 juta yang masih perawan, masih asri. Sisanya, sekitar 101 juta hektare sudah dalam tahap kritis alias gundul.

Menurut Greenpeace, sebuah LSM internasional peduli lingkungan, Indonesia menghancurkan sekitar 51 km persegi hutan setiap harinya, atau setara dengan luas 300 lapangan bola setiap jam. Sebuah angka yang, menurut Greenpeace, telah menempatkan Indonesia sebagai negara penghancur hutan tercepat di dunia.

Kerugian negara akibat penebangan hutan secara tidak sah ini mencapai 50-60 juta meter kubik atau senilai Rp 30-45 triliun setiap tahunnya. Akibat dari pembabatan hutan dan perusakan lingkungan yang telah berlangsung puluhan tahun ini, lihatlah apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini. Air laut tiba-tiba pasang dan membanjiri sebagian kawasan Jakarta. Ini belum termasuk banjir bandang dan angin beliung yang menghantam rumah-rumah penduduk di berbagai daerah. Bila pembabatan hutan ini tidak segera dihentikan, bisa dipastikan ”kiamat-kiamat kecil” yang menyengsarakan rakyat akan terus berlangsung.

Ketiga, narkoba. Di Indonesia jumlah pengguna narkoba dalam beberapa tahun ini diperkirakan sekitar empat juta. Jika setiap pemakai narkoba mengonsumsi satu gram sehari berarti hanya dalam waktu 24 jam sebanyak empat ton narkoba berbagai jenis dikonsumsi penduduk Indonesia. Sebulan jumlah itu mencapai 120 ton. Sebuah angka yang sungguh fantastis.

Jumlah pengguna yang begitu besar ditambah lemahnya penegakan hukum di Indonesia tentu membuat ngiler para pengedar narkoba untuk mengeruk keuntungan. Tak mengherankan bila kemudian negeri ini dijadikan pusat peredaran narkoba oleh para pengedar internasional. Tentu saja mereka juga bekerja sama dengan warga negara Indonesia.

Korupsi, perusakan lingkungan/pembabat hutan secara haram, dan narkoba telah terbukti menyengsarakan bangsa Indonesia. Para pelakunya bukanlah orang-orang miskin yang sehari-hari hidup susah. Mereka adalah orang kaya dan berduit yang ingin lebih kaya dengan cara haram. Sedangkan korbannya adalah orang-orang kecil, miskin, dan tak berdaya.

Masihkah kita main-main dengan para koruptor, pembalak hutan, dan para pengedar narkoba? Mereka adalah para musuh dan pengkhianat terhadap bangsa dan negara Indonesia. Mereka harus diberantas tanpa ampun. Mereka harus dihukum seberat-beratnya, termasuk para pejabat dan aparat hukum yang bekerja sama dengan mereka. Mereka harus diperlakukan sebagai teroris.

( )

Republika, Senin, 03 Desember 2007

1 Response to “Musuh Bangsa”


  1. 1 hariyanto UNIB Januari 2, 2008 pukul 5:51 pm

    semua solusi atas permasalahan bangsa saat ini adalah pengembalian negara ini pada ideologi awal mereka: PANCASILA.kita orang indonesia tapi berpikiran kapitalisme. wajar jika hutan dirambah dan korupsi merajalela, karena MODAL adalah hal yang paling sakral. kita negara pancasila tapi tidak menerapkan ajaran agama(yang termaktub dalam sila pertama). wajar narkoba merajalela, karena kita tidak tahu dosa. intinya : TEGAKKAN PANCASILA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Desember 2007
S S R K J S M
« Sep   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: