Dengarkan Tuntutan Hak Perempuan

Sejarah telah mencatat bahwa organisasi perempuan di Indonesia mendahului terbentuknya Republik ini. Hanya dua bulan setelah Sumpah Pemuda dideklarasikan, persisnya padal 22 Desember 1928, sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Pulau Jawa dan Sumatra menyelenggarakan kongres pertamanya di Yogyakarta.

Tanggal 22 Desember itu kemudian ditetapkan Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No. 316 Tahun 1959 sebagai Hari Ibu dan dirayakan secara nasional. Kalau dihitung, Hari Ibu yang dimulai sejak 22 Desember 1928 itu, kini sudah 79 tahun.

Usia 79 tahun terbilang sudah cukup tua. Tetapi, dalam usia setua itu, patut kita refleksikan kembali apa yang telah dilakukan kaum perempuan Indonesia dan apa yang sudah diberikan bagi mereka.

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta seperti dimuat harian ini (SP, 7/12) meresahkan masih terjadinya diskriminasi terhadap perempuan yang dilegalkan melalui produk peraturan dan perundang-undangan di Indonesia. Di sejumlah daerah, misalnya, muncul peraturan daerah (perda) yang mendiskriminasi kaum perempuan.

Bahkan Ketua Komisi Nasional Perempuan, Kamala Chandrakirana, mencatat, terdapat sekitar 45 produk perda di 25 daerah yang diskriminatif terhadap perempuan. Menurut Kamala, perda-perda diskriminatif tersebut bertentangan dengan UUD 1945 sebagai dasar dari pembentukan UU dan peraturan-peraturan.

Meutia pun meminta agar Asosiasi DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia segera merevisi seluruh perda yang diskriminatif terhadap perempuan. Tuntutan Meutia sebagai menteri yang khusus mewakili kepentingan perempuan, tentulah merupakan suara dan tuntutan perempuan Indonesia.

Seruan itu seharusnya menjadi perhatian semua elemen bangsa, terutama para pemangku kekuasaan. Sebab, sangatlah ironi kalau kita lebih banyak menuntut apa yang perempuan lakukan, tetapi bangsa ini masih mendiskriminasikan mereka Kalau mereka masih mengalami diskriminasi, lalu kapan kesempatann kaum perempuan memberikan kontribusinya. Tetapi, itu pun tidak berarti, perempuan belum memberikan kontribusinya kepada bangsa ini.

Sejarah bahkan mencatat bahwa kaum perempuan telah meletakkan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat yang sejati sejak awal. Sebab, salah satu agenda pokoknya Kongres Perempuan pada 1928 adalah menggabungkan organisasi-organisasi perempuan Indonesia dalam sebuah federasi tanpa sama sekali membedakan latar belakang politik, suku, status sosial, dan agama.

Ketika itu, organisasi seperti Aisyiah, Wanita Katolik, Putri Indonesia, Jong Java bagian Perempuan, Jong Islamieten Bond bagian Wanita dan Organisasi Wanita Utomo, hadir dengan semangat yang sama. Hal itu merupakan bukti sejarah bahwa semangat pluralisme (keberagaman) yang merupakan modal utama untuk membangun persatuan dan kesatuan telah tumbuh subur di kalangan tokoh perempuan sejak 79 tahun lalu.

Dalam memperingati Hari Ibu 22 Desember 2007 ini haruslah dimaknai sebagai momen untuk mendengarkan tuntutan kaum perempuan. Adalah suatu kemunduran berbangsa kalau di negeri ini masih terjadi diskriminasi terhadap kaum perempuan.

Penghapusan diskriminasi itu pun haruslah menyentuh seluruh aspek kehidupan berbangsa. Termasuk dalam memberikan peran politik bagi kaum perempuan menduduki jabatan strategis di lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Dalam bidang tenaga kerja, hak-hak perempuan juga harus menjadi perhatian. Perempuan memiliki kemampuan yang tidak kalah, bahkan bisa lebih baik dari kaum pria. Itu telah dibuktikan para tokoh pejuang dari kaum perempuan Indonesia, M Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, RA Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said, dan lain-lain.

Suara Pembaruan, 22 Desember 2007

0 Responses to “Dengarkan Tuntutan Hak Perempuan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Desember 2007
S S R K J S M
« Sep   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: