Membangun Kerukunan Yang Hakiki

Hari ini, Jumat (28/12), umat Kristen di Sumatera Utara akan merayakan Natal bersama yang dipusatkan di Stadion Teladan Medan. Direncanakan lebih seratusribu masyarakat yang akan menghadiri perayaan tersebut berjubel dari berbagai daerah. Dukungan dari berbagai pihak sudah dinyatakan dengan seksama. Demikian juga dengan situasi keamanan yang sudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.

Apa makna perayaan Natal bersama tersebut? Tentu sangat banyak. Salah satu misalnya adalah makna kebersamaan dan kerukunan. Kebersamaan di kalangan umat Kristen itu sendiri, dan juga kebersamaan atau kerukunan bagi seluruh elemen masyarakat Sumatera Utara.

Perayaan Natal tersebut melibatkan gereja-gereja yang ada, persatuan marga-marga, paguyuban etnis dan lembaga keumatan Sumatera Utara, maka kebersamaan yang hakiki sudah terimplementasikan. Namun yang tak ketinggalan adalah dukungan dari masyarakat luas.

Dalam konteks semangat kebangsaan, kebersamaan atau kerukunan yang universal amat dibutuhkan. Bangsa ini hanya bisa bangkit dari segala keterpurukannya, hanya bila ada kebersamaan. Demikian juga halnya dengan kebersamaan dalam perayaan natal tersebut. Bagi mereka yang merayakan Natal, harus pula dirajut kebersaman. Demikian juga dengan masyarakat yang berbeda keyakinan. Singkatnya, inter dan antar sesama elemen masyarakat patut, penting dan wajib menjaga semangat kebersamaan.

Kita menyadari, bahwa di tengah masyarakat yang plural, rajutan kerukunan amat penting untuk diwujudnyatakan. Bahkan urgensi kerukunan menjadi salah satu intisari dari pesan Natal yang sesungguhnya. Berangkat dari situasi selama ini, bahwa kita patut mensyukuri bahwa masyarakat Sumatera Utara sangat serius dalam menata kehidupan yang harmonis. Dan itu bisa terwujud manakala ada kesadaran bersama. Hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Yang paling penting adalah bersyukur dan mempersiapkan diri.

Terkait dengan keamanan, kita juga berbangga hati dengan peran dan kontribusi masyarakat luas yang berpartisipasi aktif. Sikap toleransi terus terbangun. Perbedaan bukan berarti pertentangan. Kita amat prihatin, ketika pada tahun-tahun yang lalu, banyak kejadian yang sangat memilukan saat Tahun Baru.

Ke depan, hal seperti itu tentunya jangan sampai terulang kembali. Biarlah itu menjadi kenangan masa silam, yang tak perlu terulang kembali. Cukuplah peristiwa menyakitkan tersebut terjadi di masa yang lalu. Hari esok harus kita songsong dengan penuh optimisme dan karya nyata.

Bangsa ini sudah terlalu sering dilanda berbagai macam peristiiwa yang sangat memilukan. Misalnya bom yang meledak di berbagai tempat, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Karena itu, kita harus mawas diri. Segala potensi harus dimaksimalkan. Peran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat harus dimaksimalkan.

Dalam konteks inilah, kita berharap pemerintah pada semua tingkatan dan aparat keamanan, jangan sampai lengah. Memang, dalam beberapa waktu terakhir ini, situasi sudah sangat kondusif. Tetapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Karena itu perayaan Tahun Baru kali ini jangan sampai melahirkan kegelisahan di hati kita semua.
Memang, kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terus terbangun. Demikian juga kesigapan aparat keamanan yang sudah lebih fokus pada pencegahan dari pada penanganan akibat. Terbukti, perayaan hari-hari besar keagamaan di tahun 2007 ini, dapat berjalan dengan aman. Semuanya bisa berlangsung dengan penuh hikmat dan dalam situasi yang aman tenteram, namun tetap penuh makna.

Namun, disadari bahwa tantangan dalam membangun kebersamaan masih akan terus terjadi. Oleh karena itu, masih dibutuhkan pengorbanan dan perhatian serius dari kita semua. Semua kita harus memberi kontribusi nyata bagi terwujudnya keinginan bersama itu.

Harapan kita, biarlah tahun 2007 bisa kita lalui dengan penuh kedamaian. Dalam kedamaianalah ada kerukunan yang hakiki. Supaya dengan demikian, ada modal sosial dan teladan dalam mengarungi tahun 2008 nanti. (*)

Sinar Indonesia Baru, 28 Desember 2007

0 Responses to “Membangun Kerukunan Yang Hakiki”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Desember 2007
S S R K J S M
« Sep   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: