Luapan Bengawan Solo

Ketidakberdayaan itu terlihat dari kegagalan mengantisipasi bencana hingga amburadulnya penanganan korban.

Banjir yang menerjang wilayah aliran Bengawan Solo sepekan terakhir nyata-nyata membuat pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur tak berkutik. Ketidakberdayaan itu terlihat dari kegagalan mengantisipasi bencana hingga amburadulnya penanganan korban.
Bahwa sungai sepanjang 548 kilometer ini menyimpan kekuatan yang mampu mengubah daratan menjadi serupa lautan, mestinya sudah jamak dipahami. Pada Maret 1966 Kota Solo tenggelam oleh luberan Bengawan. Bahkan tugu jam kota, yang tingginya hampir 3 meter di depan Pasar Gede, hanya terlihat ujungnya. Setelah itu, Bengawan Solo tak mengamuk dahsyat, meskipun luapan yang lebih kecil sering terjadi.
Toh, bahaya sebenarnya tak lenyap sama sekali. Pada 1993 seorang pejabat di Dinas Pekerjaan Umum Jawa Timur mengingatkan bahwa Bengawan Solo beserta anak sungainya masih bisa menimbulkan banjir besar. Sebab, tangkis sungai dan alur aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa ini belum tertata baik.
Menghadapi ancaman bahaya itu, hampir tak ada yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rusaknya lingkungan di sepanjang daerah aliran sungai dibiarkan saja. Begitu pula mendangkalnya sungai karena endapan. Padahal sebuah hasil penelitian menyebutkan telah terjadi sedimentasi sebesar 1,3 juta meter kubik per tahun di hulu sungai. Dan inilah salah satu penyebab meluapnya air.
Celakanya, ketika sekarang seluruh kawasan, dari hulu di Wonogiri, Jawa Tengah, hingga wilayah muara di Gresik, Jawa Timur, telah berubah menjadi lautan berwarna cokelat, pemerintah daerah tertatih-tatih menangani korban. Puluhan ribu orang mengungsi, ribuan lainnya bertahan di atap-atap rumah, tapi jumlah petugas dan peralatan sangat minim.
Di Bojonegoro, Jawa Timur, misalnya, sekurang-kurangnya 117 desa tergenang dan puluhan ribu rumah terendam. Namun, di sana hanya ada empat perahu karet untuk menjemput warga yang terisolasi! Bahkan di Ngawi ada warga yang tewas di atap rumahnya karena kedinginan dan kelaparan.
Akibatnya, sebagian pengungsi terpaksa memakan batang pisang untuk bertahan hidup. Bantuan berupa mi instan juga kurang menolong. Sebab, mereka kesulitan air bersih untuk memasaknya. Sementara itu, puluhan ribu pengungsi lain rawan diserang penyakit karena harus tidur bercampur dengan hewan ternak.
Hingga kemarin jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah dan Jawa Timur mencapai 102 orang. Sedangkan 21 orang masih dinyatakan hilang. Angka korban bisa jadi akan terus bertambah mengingat kawasan yang terisolasi masih luas.
Pelajaran mahal itu harus ditebus pemerintah dengan sejumlah langkah. Hal yang bisa dilakukan, antara lain, memperbaiki daya dukung lingkungan di sepanjang aliran sungai. Sedimentasi di kawasan hulu harus segera dikurangi.
Sungai yang melintasi 12 kabupaten itu juga belum memiliki sistem peringatan dini jika pintu tanggul waduk Gajah Mungkur dibuka guna mengurangi tekanan air. Pemasangan alat ini mendesak dilakukan bersama penambahan dam-dam di sepanjang aliran sungai.
Koran Tempo,  Kamis, 03 Januari 2008

2 Responses to “Luapan Bengawan Solo”


  1. 1 Mardies Januari 4, 2008 pukul 11:13 pm

    Pertamax! Nggak pernah baca koran. hehehe…

    Salam kenal!

  2. 2 alfaroby Januari 11, 2008 pukul 6:59 pm

    KEDUA KALI

    banjir nih salah sapa sih
    1. karena kita sering buang sampah sembarangan
    2. sungai sungai yang kotor karena ulah kita sendiri
    3. penebangan hutan oleh teman teman “sebangsa” sendiri
    4. oknum oknum yang tidak bertanggung jawab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: