Ahmadiyah

Sikap Islam jelas. ”Laa ikrooha fiddin,” artinya tidak ada paksaan dalam urusan agama; dan ”Lakum diinukum waliyadin,” atau bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Maka, bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI), kelompok-kelompok seperti Ahmadiyah atau Al-Qiyadah atau apa pun berhak hidup di dunia ini, tapi mereka harus menanam di ladang sendiri, bukan dalam Islam.

Sikap MUI semestinya adalah pencerahan terhadap kelompok-kelompok yang keliru mencemaskan kebangkitan Islam dan bersikap agresif. Bahkan, kalau kita meminjam diksi favorit mereka, MUI justru sedang bersikap sesuai dengan asas kebebasan dan amat menghargai hak asasi manusia. MUI tidak sedang menghukum Ahmadiyah atau organisasi sejenis.

Lembaga ini beranggotakan para ahli agama yang berasal dari berbagai kelompok pemikiran dan ormas Islam di Tanah Air. Dengan keanekaragaman sumber daya itu, MUI sedang menjalankan tugas, melalui kesepakatan para ulama, untuk membimbing kaum Muslim di negeri ini agar tetap menganut ajaran Islam secara benar.

Fatwa MUI tidak meminta masyarakat untuk menyerang pondok Ahmadiyah atau menganiaya para anggotanya. MUI hanya berusaha menjelaskan kepada masyarakat bahwa keyakinan Ahmadiyah berada di luar Islam karena mereka meyakini adanya nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW bernama Mirza Ghulam Ahmad. Dan, ini bukan sikap baru. Pakistan, asal Ahmadiyah, telah mengeluarkan fatwa serupa. Rabithah Alam Islami punya fatwa senada pada 1981.

Pemerintahan yang peragu telah membiarkan situasi saat ini menjadi tidak terkendali. Kejaksaan sebagai ketua Bakorpakem telah menunda-nunda masalah dan lebih suka menyalahkan MUI. Padahal, fatwa soal Ahmadiyah adalah produk lama yang di masa lalu tidak menimbulkan penyerangan (dan, patut dicatat, sampai saat inipun, tidak jelas siapa pelaku kekerasan dalam bentrokan di Kuningan akhir tahun lalu).

Jadi, mari kita dudukkan persoalan pada posisi sesungguhnya. Tidak ada serangan MUI terhadap kelompok minoritas sebagaimana digembar-gemborkan kelompok-kelompok tertentu. Justru yang terjadi kini adalah upaya delegitimasi oleh kelompok-kelompok itu kepada MUI. Perbedaan pendapat membuat mereka begitu ingin menghapuskan MUI dari ranah ”nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran” di kalangan umat Islam.

Telah muncul kecemasan tertentu terhadap peningkatan kesalehan umat Islam Indonesia. Ini jelas hal yang ahistoris. Sejarah umat Islam di negeri ini justru berisikan kisah-kisah tentang toleransi. Persis dengan ajaran ”laa ikrooha fiddin” dan ”lakum diinukum waliyadin”.

Dengan demikian, terasa berlebihan kalau sekelompok orang dari luar Islam turut serta dalam aksi-aksi menentang keyakinan umat Islam. Ini adalah tindakan menabur angin, namun kita yakin umat Islam tidak akan terpancing. Umat Islam akan memperkuat diri dari dalam dan tidak akan menari di atas genderang orang lain. Kita pun saling menjaga, agar tak ada lagi tindak kekerasan terhadap penganut Ahmadiyah.

Republika, Rabu, 09 Januari 2008

5 Responses to “Ahmadiyah”


  1. 1 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. Januari 16, 2008 pukul 4:56 pm

    Sesuai dengan hujjah Allah, hujjah nabi Muhammad saw. dan hujjah kitab suci-Nya, Majelis Ulama Indonesia wajib menunggu-nunggu dan tidak melupakan:
    1. Al A’raaf (7) ayat 52,53: Datangnya Allah menurunkan Hari Takwil Kebenaran Kitab.
    2. Fushshilat (41) ayat 44: Datangnya Allah mejadikan Al Quran (sebagai isi kitab suci sesuai Al Baqarah (2) ayat 2, Al Waqi’ah (56) ayat 77-79, yaitu Kitab Allah sesuai Ali Imran (3) ayat 23, berwujud skema Risalah Allah/Tuhan sejak Adam sampai kiamat, berupa kitab terbuka sesuai Al Isro (17) ayat 13,14, 71,72, Al An Aam (6) ayat 7 yang disampaikan oleh para nabi/rasul sesuai Al Maidah (5) ayat 67, Al An Aam (6) ayat 124,125, Al A’raaf (7) ayat 62,68,79,93,144, Al Ahzaab (33) ayat 38,39,40, Al Jinn (72) ayat 23,26,27,28, isinya sama dengan syiar-syiar Allah pada Baitullah dan sekitarnya atau seluruh perjalanan manasik haji zamani sejak Adam sampai kiamat).
    3. Thaha (20) ayat 114,115: Datangnya Allah menyempurnakan pewahyuan Al Quran berkat do’a ilmu pengetahuan agama oleh manusia.
    4. Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22: Datangnya Allah membangkitkan semua manusia dengan ilmu pengetahuan agama dan bersupah setia kepada-Nya.
    5. Al Baqarah (2) ayat 148: Datangnya Allah mengumpulkan berbagai macam umat berkiblat agama masing-masing menjadi satu persepsi agama tunggal sesuai An Nahl (16) ayat 93 pada hari kiamat, habis gelap terbitlah terang benderang ilmu pengetahuan agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 257.
    6. An Nashr (110) ayat 1,2,3: Datangnya Allah mengesahkan Agama Allah.
    7. Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah (2) ayat 208: Datangnya Allah menyempurnakan agama disisi Allah adalah Is;am sejak dahulu kaffah menjadi Agama Allah.
    Demu Majelis Ulama mengetahui hal-hal tersebut semuanya secata total, maka kami menolong anda-anda menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SIALA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  2. 2 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi Juli 21, 2008 pukul 2:16 am

    Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta
    Telp. 62-21-8573388

  3. 3 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal, Agama millennium ke-3 masehi. Oktober 25, 2008 pukul 12:08 pm

    Buku Panduana terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE

    Tersedia ditoko-toko buku distributor tunggal:
    P.T. BUKU KITA
    Telp. 021.78881850
    Fax. 021.78881860

  4. 4 Soegana Gandakoesoema Januari 23, 2013 pukul 1:17 pm

    Buku Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika”
    Bonus “Skema Tungggal Ilmu Laduni Tempat Acuan Ayat Kitab Suci Tentang kesatauan Afgama”
    Penulis: Soegana Gandakeoesoema
    Tersedia di
    Perumahan Puri BSI Permai Blok A3
    Jl. Samudera Jaya
    Kelurahan Rangkapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Depokk 16435
    Telp./Fax. 02177884755
    HP. 085881409050


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: