Kota yang Aman

Lima belas tahun Heryawan menjadi sopir. Masih kurangkah kemampuannya mengemudi, sehingga mobil yang ia kendarai terjun dari lantai delapan Menara Jamsostek? Tampaknya tidak. Orang-orang yang mengenal Heryawan bersaksi bahwa ia adalah pengemudi yang baik. Bahkan, membuat kerusakan kecil pun pada mobil, ia nyaris tak pernah.

Lalu, naaskah yang ia alami? Tanpa sebab yang pasti, mobilnya nyelonong dari tempat parkir, menabrak pembatas, kemudian jatuh dengan keras. Tak ada majikan di dalam mobil itu. Hanya dia, Heryawan. Ia meninggal. Ada tiga anak kehilangan bapak. Seorang perempuan kehilangan suami. Siapakah yang harus bertanggung jawab? Mengapa peristiwa mobil terjun dari gedung pencakar langit, atau nyaris jatuh, selalu terulang? Adakah yang cukup peduli terhadap masalah seperti ini?

Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) DKI punya peraturan mengenai gedung parkir bertingkat. Peraturan itu, antara lain, mensyaratkan dinding pembatas harus dari beton yang dilengkapi kerangka besi. Dinas tersebut telah memeriksa 22 gedung parkir untuk memastikan peraturan itu ditaati.

Menara Jamsostek tidak termasuk di antara ke-22 gedung itu. Pertama, karena gedung tersebut dibangun pada 1996, sebelum peraturan lahir. Kedua, gedung itu untuk perkantoran, bukan pusat perbelanjaan yang lebih banyak didatangi orang.

Maka, tak ada yang peduli bahwa petak parkir mobil Heryawan ternyata mengandung cacat. Tak ada pembatas beton setengah meter sebelum dinding sebagaimana di petak-petak lain. Maka, saat meluncur, mobil langsung menabrak dinding. Dinding yang rapuh.

Bagi metropolitan seperti Jakarta, celah kelalaian semacam ini tak pantas menjadi alasan bagi ketiadaan jaminan keselamatan. Ratusan gedung sejenis ada di kota ini. Haruskan warga menyabung nyawa setiap saat? Warga berhak mendapatkan rasa aman. Aman tidak hanya dari para kriminal di jalan-jalan raya, tapi juga dari para pengelola fasilitas-fasilitas publik yang tak acuh atas keselamatan warga. Rasa aman adalah persoalan primer yang melampaui kebutuhan estetika. Gedung-gedung tinggi yang cantik dan megah tak bermakna kalau tak aman bagi para penggunanya.

Ini berlaku bagi semua fasilitas publik. Busway, misalnya, adalah sebuah kebutuhan kota seperti Jakarta. Tapi, bukan berarti beton pembatasnya berhak setiap hari mencelakakan para pengemudi kendaraan lain. Papan iklan, contoh lain, memberi pemasukan besar bagi pemerintah kota. Tapi, apa artinya kalau setiap saat bisa menimpa warga yang melintas, atau menjadi teror kala angin kencang berembus.

Kita memerlukan transparansi atas setiap fasilitas kota. Seaman apakah gedung-gedung pencakar langit kita saat terjadi gempa atau kebakaran? Bolehkah pusat perbelanjaan menempati lantai dasar gedung yang sesak dengan asap knalpot? Siapakah yang bertanggung jawab atas lubang-lubang selokan yang menganga di atas jalan raya?

Bila perlu, umumkan semua itu. Jadi warga tahu, layakkah lift menuju puncak Monas? Amankah gedung parkir ITC Permata Hijau? Akankah kita keracunan kalau berbelanja di Carrefour basement Ratu Plaza? Atau, kokohkah menara pemancar TV di Kebon Jeruk?

Republika, Rabu, 23 Januari 2008

1 Response to “Kota yang Aman”


  1. 1 halim Januari 28, 2008 pukul 9:15 am

    Selama aparaturnya,pengembangnya dan pemiliknya sama beritikad nyari keuntungan secepatnya dan sebesar-besarnya maka jangan berharap banyak deh dengan perhatian unt keselamatan publik.
    Ini bisa berubah bila yg namanya supermasi hukum telah tegak.
    Tapi kayak nya upaya penegakan hukum dinegeri ini sulit dilaksanakan, seperti usaha unt menegakan benang basah saja. Sepertinya para pejabat dan elit yg terkait dengan usaha ini sama2 ogah.
    Ini semua adalah kesalahan kita semua, karena kit telah memilih orang2 yg ternyata ogah2an unt melihat HUKUM itu menjadi pilar dinegeri ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: