Ambiguitas Pasca Soeharto

Sebuah berita mengejutkan datang pada hari Minggu, 27 Januari. Hari itu tim dokter kepresidenan di RSPP dimana mantan Presiden Soeharto dirawat menyampaikan bahwa pada pukul 13.10 Soeharto telah meninggal dunia. Selama lebih dari sepekan, Soeharto memang berada dalam perawatan intensif dokter dan mengalami beberapa kali fluktuasi kemajuan. Semalam sebelumnya, dokter memang menyampaikan bahwa Soeharto berada dalam titik paling kritis selama dirawat.

Meninggalnya Soeharto kemudian menjadi sebuah belasungkawa nasional, karena bagaimanapun ia adalah mantan Presiden kedua RI. Tidak lama berselang, Presiden didampingi oleh Wakil Presiden menyampaikan hal itu langsung kepada masyarakat, disertai dengan ucapan turut berdukacita.

Apa boleh buat, meninggalnya Soeharto membuat kita kemudian harus merenungkan kembali hal itu. Berbagai kasus yang ditinggalkannya semasa masih hidup pasca lengsernya di tahun 1998, secara pidana, harus diakhiri dan ditutup selama-lamanya. Setelah Kejaksaan Agung sempat mengeluarkan SKP3 menunggu sembuhnya mantan orang kuat itu, maka hal itu kini sudah tidak bisa lagi karena Soeharto sudah meninggal dalam kondisi yang tidak mungkin dipertahankan lagi.

Meninggalnya Soeharto kemudian hanya menyisakan satu kasus perdata lagi, yaitu mengenai sejumlah Yayasan yang menghadapi tudingan telah mengambil uang negara. Kejaksaan Agung menuntut kerugian negara senilai sekitar Rp. 10 trilyun, dan meminta seluruh aset Yayasan-yayasan itu disita untuk negara. Pasca perdamaian yang gagal, kasus ini masih bergulir di pengadilan.

Pasca meninggalnya Soeharto jelas masih begitu banyak jejak rekam sejarah yang juga dibawa mati. Salah satu misalnya adalah mengenai keberadaan sepucuk surat yang disampaikan kepadanya pada tanggal 11 Maret 1966 sebagai awal langkahnya menuju puncak kekuasaan, dimana ia kemudian membubarkan PKI, lalu mengambil alih pengamanan hingga Presiden pertama RI, Soekarno lengser. Surat tersebut ditengarai dipalsukan sehingga versinya yang sekarang muncul, sementara banyak orang yang menyatakan bahwa sebenarnya isi Supersemar itu tidak demikian halnya. Berkali-kali ditelusuri, jejak surat itu tak juga ditemukan, menyusul meninggalnya mereka yang mungkin mengetahui hal itu. Sayangnya, sebelum Soeharto mengungkapkan hal itu, ia sudah keburu meninggal pula. Surat yang sangat penting itu sampai sekarang akan tetap menjadi misteri dan pencarian dalam rangka pelurusan jalannya sejarah.

Meninggalnya Soeharto juga terpaksa kembali mengungkit reaksi kita atas berbagai kebijakannya di masa lalu yang sampai sekarang masih menuai masalah. Salah satu misalnya mengenai pengambilalihan tanah yang kemudian menuai protes masyarakat, disusul kemudian kasus-kasus penembakan dan tragedi HAM, dan yang tidak kalah penting adalah pertanggung-jawaban atas berbagai kebijakan pembangunan yang terbukti hanya memperkaya kroninya.

Memang Soeharto sudah tidak dapat lagi bertanggung-jawab. Tetapi ketika masih hidup, ia adalah sosok yang masih memberikan kekuatan kepada mereka yang pernah menjadi pelaku kejahatan tersebut. Banyak pembantu-pembantunya yang sebenarnya hanya memanfaatkan kedudukannya sebagai pembantu Soeharto kala itu, tetapi kemudian menimpakan seluruh kesalahan kepada Soeharto.

Kini, ada banyak hal yang perlu dilakukan setelah Soeharto meninggal. Sebagai mantan Presiden kita patut menghormatinya. Tetapi sebagai bangsa yang ingin meluruskan sejarah, ada banyak tugas besar menanti setelah kepergiannya. Dan menghadapi hal itu kita jangan sampai terjebak dalam ambigu. (***)

Sinar Indonesia Baru,  28 Januari 2008

1 Response to “Ambiguitas Pasca Soeharto”


  1. 1 Arman Nasution Februari 12, 2008 pukul 10:44 pm

    UNDANGAN FORUM DISKUSI LKBH “IBLAM”
    “Indonesia Pasca Soeharto & Kontroversi SUPERSEMAR”
    Jumat, 15 Februari 2008, Kampus STIH “IBLAM” Depok
    Tempat Terbatas.Konfirmasi (021)71585067


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: