Merenungkan Jasa Soeharto

Harus diakui bahwa meninggalnya mantan Presiden Soeharto membuat kita mencoba merefleksikan ulang, bahwa negeri ini pernah berada pada titik puncak keberhasilan pembangunan. Jujur kita katakan bahwa di jamannya memerintah, bangsa kita pernah menikmati betapa mudahnya hidup kala itu.

Bagi sebagian masyarakat, di jaman Soeharto, kehidupan memang tidak sesulit sekarang. Kini, harga-harga mahal, bahkan kebutuhan pokok amat mahal. Pada periode 1980-1993, pemerintah memang memiliki kemampuan untuk mengendalikan pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan sekitar 8 persen setahun dengan nilai tukar terhadap dollar Amerika sekitar Rp 2.500-3.500 per dollarnya. Akibatnya, memang secara jelas, masyarakat bisa membeli segala sesuatu dengan murah. Inflasi yang gila-gilaan di akhir periode Orde Lama, berhasil dikendalikan. Dengan menerapkan pertumbuhan ekonomi melalui hadirnya berbagai unit usaha bagi masyarakat kecil, sebagian besar masyarakat di pedesaan memang menikmati hasilnya.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana Soeharto bisa mengubah wajah Indonesia. Pada tahun 1984, Indonesia berhasil mengubah diri dari negara terbesar dalam mengimpor beras, akhirnya menjadi negara berswasembada pangan. Lebih dari 3 juta ton padi dihasilkan setiap tahunnya. Bandingkan dengan sekarang yang justru defisit lebih dari 1 juta ton setiap tahun.

Meski bukan lulusan sekolah ekonomi, mantan Presiden itu dikenal lihai memotivasi para petani dan nelayan. Mereka dikunjungi dan diberikan motivasi untuk bisa memajukan pekerjaannya, sehingga menjadi petani adalah kebanggaan. Bahkan beliau dikenal suka memperkenalkan diri sebagai ”anak petani”, untuk meningkatkan gairah dan harga diri para petani.

Bukan hanya dalam bidang pertanian, salah satu sukses besar Orde Baru adalah dalam bidang kesehatan dan KB. Karena adanya kesadaran bahwa daya pembangunan akan terserap oleh jumlah penduduk, maka mantan Presiden Soeharto membangun dan menggalakkan program KB. Ia mencanangkan berbagai upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui berbagai upaya yang pada gilirannya berhasil mengerem laju pertumbuhan penduduk kita.

Di bidang kesehatan, upaya meningkatkan kualitas bayi dan masa depan generasi ini dilakukan melalui program kesehatan di posyandu, sebuah upaya yang mengintegrasikan antara program pemerintah dengan kemandirian masyarakat. Di jamannya, program ini memang sangat populer dan berhasil. Banyak ibu berhasil dan peduli atas kebutuhan balita mereka di saat paling penting dalam periode pertumbuhannya.

Yang tidak kalah penting adalah, karena Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, terutama dalam menjaga kawasan baik di Asia Tenggara dan Asia, serta masa depan Indonesia yang dianggap sebagai macan Asia, Soeharto dan bangsa Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri. Negara lain yang kini terang-terangan berani ”mengganggu” keberadaan kita seperti Malaysia dan Singapura, dulu tidak pernah menganggap Indonesia serendah sekarang. Jujur kita sampaikan bahwa dulu, kita sangat bangga karena kita punya banyak kiprah dalam memajukan wilayah ini.

Semuanya hanya sekelumit kisah supaya kita memandang jasa mantan Presiden Soeharto dalam konteks yang berimbang, meski kita tahu ada masa dimana beliau digunakan sebagai alat oleh orang-orang yang ingin memperkaya diri dan menguntungkan kelompok tertentu. Itu adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan. Pertanyaan berikutnya kepada para pemimpin sekarang adalah, sanggupkah mereka mengembalikan kebanggaan dan kejayaan yang pernah sangat menggetarkan hati itu? Ini adalah tantangan bagi mereka. (***)

Sinar Indonesia BAru, Selasa, 29 Januari 2008

49 Responses to “Merenungkan Jasa Soeharto”


  1. 1 halim Januari 30, 2008 pukul 1:57 pm

    Ah kalo mau fair seharusnya kegagalannya pun harus dipertimbangkan. Menurut saya Soeharto adalah pemimpin yg gagal dalam menjadikan hukum ini tegak dinegeri ini.
    Saat dia berkuasa hukum sangat rentan dan menjadi tidak jelas. Bahkan hukum identik dengan apa maunya Soeharto.
    Badan peradilan yg seharusnya menjadi tempat perlindungan/benteng terakhir saat kita/rakyat merasa terancam hak2 kita oleh pihak lain, menjadi mandul begitu berhadapan dengan penguasa,pengusaha. Dan itu sampai sekarangpun terus berlanjut.
    Kita baru bisa menyatakan seorang pemimpin itu berhasil dan dinobatkan sebagai pemimpin yg berjasa dan pemimpin besar bila dia berhasil dakam menegakkan hukum diseluruh negeri.
    Tolok ukurnya adalah bila warganya dengan sangat mudah dan murah untuk mendapatkan suatu kepastian hukum. Jangan kayak sekarang lapor kehilangan kambing memakan biaya seharga sapi atau kerbau, dan ini dimulainya sejak era Soeharto.
    Jelas Soeharto berjasa besar tapi untuk siapa???

  2. 4 subkioke Januari 30, 2008 pukul 9:17 pm

    alasan menghukum sekarang kan hanya HAM versi Barat saja.

    kemudian kita ikut-ikutan ikut HAM, padahal itu banyak disusupi kepentingan Barat/amerika saja.

    dan kita bangga punya HAM, padahal akan menghancurkan negara kita sendiri.

    dulu memang pak harto punya alasan stabilitas ekonomi dan politik. karena 2 modal itu yg menjadi senjata kalo mau membangun.

    tapi sekarang, pemerintah tdk ada yg se kreatif pak harto dalam memajukan perekonomian bangsa, bahkan ada presiden yang banyak menjual aset bangsa ke orang asing, spt Megawati, dan ada presiden yg banyak jalan2 menghabiskan uang negara seperti Gus Dur.

  3. 5 nilnaiqbal Januari 30, 2008 pukul 11:16 pm

    Inilah masalahnya. Saat ini sebagai bangsa kita tak lagi memiliki visi yang sama tentang bagaimana Indonesia ke depan, 5 tahun atau 10 tahun dari sekarang. Ini bahaya sekali. Akibatnya jelas, kebijakan-kebijakan hanya keluar hanyalah reaksi atas masalah jangka pendek yang sedang kita hadapi. Setiap pemimpin jalan sendiri-sendiri. Masyarakat pun akhirnya terpecah-belah!

    Mungkin itulah salah satu keunggulan mantan Presiden Soeharto tempo dulu. Anak sekolah saja sudah diajari Repelita dan strategi pemerintah dalam membangun bangsa. Sekarang? Anda sendiri tentu sudah tahu …

  4. 6 Triadi Februari 4, 2008 pukul 10:29 am

    Memang disamping keberhasilannya, Pak Harto ada kekurangan. Tapi bagaimanapun keberhasilannya jauh lebih besar. Mungkin kalau selama 32 tahun bukan Pak Harto yang jadi Presiden, negara ini sudah morat marit, atau mungkin sudah jadi beberapa negara.

    Apa hasil dari pengganti Pak Harto? Jual aset negara? Bikin negara Timor Leste ?

    Korupsi yang merajalela sekarang ini bukan peninggalan Pak Harto? Itu hasil kerja pengganti Pak Harto.

    Negara tidak punya rencana ke depan, sekolah mahal, pendidikan di-acak2 dengan adanya BHMN, korupsi merajalela,, pengangguran meningkat, kemiskinan bertambah. Lapangan kerja tidak ada. Apalagi yang mau diharapkan dari pemerintah sekarang?

  5. 7 halim Februari 10, 2008 pukul 8:24 am

    Kalo saya terbalik lho, budaya korupsi ini adalah 100 persen peninggalan dan warisan soeharto serta kroni2nya diera orba berkuasa, para pendongkelnya bertekad unt membasmi korupsi sampai keakar-akarnya. Bahkan bapak reformasi (AR) bertekad akan mencontoh negara china yang berhasil dalam membrantas korupsi ini. Hanya sayang beliau tidak diberi kesempatan oleh kita2. Sedangkan yg kita beri kesempatan unt memimpin bangsa ini ternyata bertindaknya hanya setengah hati, akibatnya ya budaya korupsinya makin subur. Ini semua adalah resiko kita semua yg telah salah memilih pemimpin. Jangan disesali, masih ada kesempatan unt memilih pemimpin yg konsern thd pembrantasan korupsi ini pada tahun depan.
    Pandai2 menilai dan memilah dalam memilih, jangan terbuai dengan janji2 kosong para calon pemimpin yg rakus dan gila kekuasaan.

  6. 9 evan Februari 13, 2008 pukul 4:34 pm

    Tapi mungkin tanpa Soeharto.
    Sekarang ini Indonesia masih bobrok.
    Masa Presiden Soeharto adalah masa dimana perkembangan Indonesia yang paling pesat.
    Kita harus menghargai itu.
    Meski dia menganggap dalam pembangunan pasti ada memerlukan pengorbanan dan ia juga pernah menculik para pemuda.
    Coba pikirkan.
    Sebelum Soeharto lengser, semua serba murah, sedangkan sekarang ini. Krisis Ekonomi dimana-mana.
    Bahkan beras saja impor.
    Padahal dulu saat jaman Soeharto, kita menhimpor beras ke negara-negara lain.
    Mungkin penyebab dari semua ini adalah perubahan sistim pemerintahan dari sentralisasi menjadi desentralisasi. mungkin rakyat tidak bisa cepat beradaptasi disitu. Bahkan korupsi semakin merajalela.
    Sebetulnya yang mewarisi korupsi bukan Soekarno tapi jaman VOC.
    Buruh-buruh VOC yang membuat budaya korupsi di Indonesia.
    Kita tidak berhak menyalahkan Sukarno dan menyebutnya sebagai bapak korupsi.
    Ya meskipun di korupsi dengan nilai yang sangat besar.

    • 10 Soepardi April 10, 2014 pukul 4:18 pm

      Aih,anda rupanya menjadi korban dari pembelokan sejarah yg ditulis para sejarawan istana pemerintahan orde baru.Apakah anda tahu lengsernya orde lama adalah naiknya kekuasaan orde baru,awal mula petaka negeri ini.Gunung emas di papua diserahkan freeport,Kapitalis mulai menancapkan tombak di negeri ini.Kita adalah bangsa yg bisa mandiri akhirnya menjadi sangat tegantung pada negara barat

  7. 11 itsme231019 Februari 16, 2008 pukul 11:05 pm

    Saya pikir, pemerintahan suharto atau rezim suharto cukup kuat eksis selama 32 tahun, sebuah jangka waktu yang cukup lama.
    kenapa kok bisa demikian? apa memang tidak ada yang lebih baik dari suharto? masa sih, dan kenapa setiap kali ada pemilihan, selalu saja dia yang menang? dari sini bisa ditebak dengan jelas bahwa ada kepentingan untuk melanggengkan status quo.
    orang-orang yang dianggap mengancam dan merongrong kekuasaan dianggap tindakan subversif yang harus dihabisi dan dibungkam. sadis bukan?.
    pada posisi inilah, praktek-praktek abuse mudah terjadi tanpa ada gangguan sedikitpun karena takut memang diciptakan dengan cara refresi.
    dan saya akui juga bahwa kondisi ekonomi waktu rezim suharto memang cukup stabil. tetapi jika stabilitas ekonomi itu berbasiskan utang ke luar negeri dan lalu diperkeruh dengan mencuri uang rakyat besar-besaran orang segelintir orang, maka sesungguhnya stabilitas yang tidak murni, maka sangat wajar ketika rezim tersebut terbongkar, maka ekonomi langsung ambruk karena memang dibangun diatas pundi-pundi sistem yang korup.
    sekain dari saya.
    ahmad

  8. 12 halim Februari 21, 2008 pukul 5:22 am

    Tapi tahukah anda bahwa HMS sekarang lagi kebingungan dialam kuburnya karena diberondong dengan pertanyaan malaikat kubur tentang apakah kepemilikan kompleks Mangadeg yg dihuninya sekarang adalah sah miliknya,milik keluarganya???? Terus ditanya lagi pembangunan komplek yg megah itu apa dibayar dengan uang hasil keringatnya atau pakai uang negara?? Nah siapa yg mau HMS menjawab pertanyaan malaikat kubur??? Barangkali ada tim pengacaranya yg mau bantu??

  9. 13 RESA April 7, 2010 pukul 3:58 pm

    Soeharto, Go To Hell..!!

  10. 14 rheansyiah April 7, 2010 pukul 4:21 pm

    MUNGKIN FAKTA BISA DIPUTAR BALIKKAN DIDUNIA, MUNGKIN SEORANG BIADAB BISA JADI PAHLAWAN DISINI, MUNGKIN SEORANG BERLUMUR HARTA DAN DARAH BAGAI DRACULA BISA DAPAT BINTANG JASA..TPI ADA YG TERLUPAKAN, ADA PENGADILAN YG TAK BISA DISUAP,DIMANA SEMUA DOSA YG TERSELUBUNG DISINGKAPKAN SEJELAS-JELASNYA,DIMANA KEBENARAN DAN KEJAHATAN MEMPUNYAI TEMPAT SENDIRI YANG BENAR2 TERPISAH.
    Soeharto mungkin terlambat menyadarinya,tapi harta duniawinya jelas tidak bisa dibawa,untuk yg lain segera bertobatlah,kembalikan harta itu pada yg berhak-sebelum azab menjemput & tinggal penyesalan yg ada karena penyiksaan abadi.

  11. 15 faturrahman September 7, 2010 pukul 10:07 am

    kalian2 ini jangan merasa sok tau tentang orang di dalam kuburnya, ingat km juga akan mati dan akan sgera tau rasa siksa kubur, mungkin saja orang yang km jlek2in skarang lagi duduk santai pakai ac dalam kuburnya. dan satu hal yang harus kalian tau, bangsa indonesia skarang kna batunya akibat perbuatannya sama orang yang paling berjasa di negeri ini/ h m soeharto

  12. 16 aditya Oktober 17, 2010 pukul 8:16 pm

    sebenarnya parameter keberhasilan sebuah negara masih dalam pertanyaam besar. Dalam kasus internasional dan kesejahteraan rakyat, dimasanya, bisa saja soeharto berjasa besar. Beliau sampai2 disebut sebagai bapak pembangunan. Tapi kalo dari segi hukum dan HAM mungkin dia ga2l karena beliau juga dijuluki “Bapak Korupsi” atau apalah.
    Tapi menurut saya sebuah presiden dinyatakan gagal bila dia tidak bisa mencangkup 2 aspect…
    – mempertahankan apa yang dimilikinya…
    – mensejahterakan rakyat….
    waktu soharto era….Soeharto berhasil mempertahankan apa yang dimilikinya…
    – dia berhasil mensejahterakan rakyat dengan pembangunan dan “pendobrakan” di masa itu….
    meskipun ada kasus jelek, itu masih belum significant dibanding keberhasilanya…
    karena mungkin kejelekan dia itu lebih ke “intern” matter. tx….

    • 17 Soepardi April 10, 2014 pukul 4:25 pm

      Akan tetapi bagaimana dengan akibat yg ditinggalkan sekarang bagi rakyat Indonesia?Kapitalis marajalela,siapa yg mengijinkan kapitalis produk barat itu masuk di negeri kita?

  13. 18 rofi Oktober 27, 2010 pukul 10:42 am

    Berkat pak harto Pancasila Tegak, Memberantas paham Komunis yang tidak menggunakan aturan agaman di Indonesia

    • 19 Dhiajeng Mei 29, 2013 pukul 11:29 am

      Wah wah,kayaknya anda itu sudah termakan sejarah komunis versi orba.belajar lagi

      • 20 Soepardi April 10, 2014 pukul 4:27 pm

        Setuju skali saudara,sejarah harus diluruskan.Kebenaran akan selalu menang.Bagaimana pun rezim orde baru ingin menyembunyikan fakta kejayaan orde lama,menyembuyikan kebusukan orde baru.Akhirnya akan terkuak.

  14. 21 absan mohamad Februari 9, 2011 pukul 7:04 pm

    akan tetapi,saya kurang setuju tentang suharto,apalgi kalau dia jadi pahlawan,soalnya ketika di memulai jabatn,dia,kalo menurut saya anggapan ‘orde baru’mirip seperti salah satu kata kata dari Hitler,dan sama sama dengan rezim militer,sama2 suka membantai orang tak berdosa,dan mafia berkeleynya(yg pro As banget),menjual aset aset seperti gunung emas di papua,ladang minyak di aceh,dll,,banyak hutang(sampe segunung),dan rezim nya yang pro AS itu…,karena soekarno saja tidak mau menjual Sumber daya negara seperti di papua dll ke AS,mungkin saja ini akal As utk menjatuhkan Soekarno dan naik soeharto yg pro AS,seperti kejadian2 di negara negara lain,apakah rakyat udah lupa ama KKnnya?jadi jangan terbuai hanya karena pembangunan dan beras beras murahnya itu…..,karena saya baca banyak di buku buku danoarang orang,jadi jangan asal kasih gelar pahlawan,orang dosanya aja segitu,cobaapa ada rakyat yg mau memberi gelar pada diktator?maaf kalo ada yang tersinggung,tapi saya sangat cinta Indonesia,jadi jgn sampai ada seperti ini lagi,ya Allah berilah petunjuk pada pemimpin masa depan untuk lebih baik dari yg dulu dan sekarang

  15. 23 fatah Juni 30, 2011 pukul 11:19 pm

    “suharto itu baik lo,,,
    dia itu banyak jasanay meski dosanya juga banya :D” (gusdur)

    sebelum kalian mempolemikkan tentang keberhasilan atau tdkx suharto alangkah etisnya kalo ada kesepahatan tentang parameter kegagalan dan keberhasilan suatu rezim dulu biar gag debat kusir kayak gini…

  16. 24 man Juli 23, 2011 pukul 1:19 am

    RI orde lama lebih baik dari pada RI sekarang, dari segi apa pun menurut saya..
    dari segi hukum lebih baik orde lama di banding sekarang, sekarang hukum itu uang..

  17. 26 jery April 17, 2012 pukul 11:00 pm

    ndak ada sejarahnya soehato itu bagus..!! kecuali bg orang2 yg dibesarin dr beras golkar

  18. 28 sonto Desember 12, 2012 pukul 9:28 am

    jangan dicaci maki orang yang sudah tiada, berdoa’lah agar kita mendapatkan pemimpin yang bisa mengangkat martabat dan ekonomi bangsa ini menjadi negara yang kaya dan aman,,,

  19. 29 Ondel Ondel Juni 17, 2013 pukul 3:49 am

    PT.ROYAL PREMIER INTERNATIONAL perusahaan yang bergerak di bidang Investasi Properti, Kami mengusung program khusus untuk para Investor yang pasti kami memberikan suatu konsep yang menarik dan paling menguntungkan http://www.ondelondeljakarta.com/investasi-properti-condotel-yogyakartavilla-balivillatel-bali.html

  20. 30 Who Am I? Juli 17, 2013 pukul 7:42 pm

    Mari kita menunggu sang Satria Piningit yang akan membawa perubahan agar Indonesia makin sejahtera, makmur, dan sentosa. Kita harus yakin, bahwa lemahnya ketahanan pangan, korupsi yang merajalela, kemiskinan yang terus bertambah, moral yang rusak, infrastuktur yang tak terarah, akan terselesaikan dan dapat diatasi dengan baik oleh sang Satria Piningit. Siapa dan kapan ia akan datang? Nantikan saja beliau.

  21. 31 Kurt Nando Agustus 1, 2013 pukul 4:04 am

    Sosok soeharto sangat penting,, karena dia mempunyai sistem yang sangat cocok untuk Negara Indonesia., Negara maju bukan dari karena pemimpinnya tapi dari siapa yang tinggal disitu yang disebut warga atau rakyatnya,, untuk menjadi negara maju dibutuhkan warga yang cerdas dalam segala bidang terutama teknologi, seperti Amerika, jepang dan negara eropa lainnya,, mereka maju karena warganya cerdas2,, Tapi Indonesia apa…???? Karena itulah SOEHARTO berpikir keras bagaimana caranya agar negara yang dihuni mayoritas orang awam atau tidak cerdas alias bodoh banyak percaya tahayul dan sebagainya menjadi negara maju,,

    Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam,, tapi karena rakyatnya gak tahu cara memanfaatkannya,, contohnya minyak, jika tidak ada campur pihak luar maka apakah indonesia mampu menyedot minyak tersebut dari bumi Indonesia untuk dimanfaatkan,, sedangkan kekayaan tersebut harus di sedot dengan teknologi canggih,, dan apakah Indonesia sanggup membuat teknologi tersebut???? dari situlah alasan SOEHARTO bekerja sama dengan pihak luar untuk memanfaatkan kekayaan alam tersbut.. dan semua itu dilakukan demi INDONESIA. Dan apakah pihak luar mau dbayar dengan ucapan terima kasih,, tentu tidak,, maka itu SOEHARTO membuat perjanjian bagi hasil. Itulah alasan BAPAK SOEHARTO bekerja sama dengan pihak luar untuk memanfaatkan kekayaan Negara ini kepada pihak luar.
    Itu adalah contoh politik yang dilakukan Soeharto buat rakyatnya yang sekarang dituduh Soeharto bekerja sama fengan pihak luar mengeruk kekayaan alam Indonesia demi kepentingannya sendiri,, sungguh naif kalian.
    Menurut saya di ibaratkan sebuah keluarga, Soeharto adalah Bapak,, Rakyat adalah Anak yang agak terbelakang,, dan apabila anaknya belom makan, Bapaknya berusaha bagaimana supaya anaknya bisa makan,, dia pinjam uang sama tetangga buat makan,, Apabila anaknya diancam maka tidak segan2 seorang bapak melindungi anaknya,, contohnya bila ada sedikit saja yang mengancam seperti gelagat pemberontakan langsung basmi, makanya mana ada pemberontakan waktu zaman pak harto..AMAN.. Gak kayak sekarang. malahan negara ini sangat disegani di wilayah ASEAN,, gak kayak sekarang diremehin diem aja sama malaisya.
    Mungkin benar apabila Soeharto memperkaya keluarganya tapi itu sangat sepadan atas jasa kecerdasannya yang luar biasa. dan memang rakyat bodoh dah diusahain menjadi sejahtera malah ngelunjak.. hmm dasar bodoh memang rakyat ini.. gak bakalan maju sampai kapanpun.

    Pilih mana membayar mahal untuk pemimpin cerdas dan mampu mensejahterakan rakyatnya,, atau membayar murah pemimpin yang tidak berkwalitas seperti sekarang tapi ujung-ujung mahal, karena diem2 korupsi melebih Soeharto.

    Ibarat barang Soeharto itu barang mahal tapi kwlitas terjamin,, buatan jepang,, kalo pemerintahan sekarang ibarat barang cina awalnya murah kwalitas rendah rusak terus minta sevice dengan bayaran yang mahal,, ngomong jujur tapi korupsi hasil kerja buruk,, iitulah pemerintahan sekarang yang dipilih oleh rakyat Indonesia.

    • 32 Soepardi April 10, 2014 pukul 9:36 pm

      Sistem apa yg dimiliki Suharto yg menurut anda cocok untuk Negara Indonesia?Pemimpin adalah panutan.Entah menjadi apa rakyat Indonesia ini tanpa panutan.Apakah hanya amerika dan jepang saja yg menjadi negaara maju?Anda mengatakan rakyat indonesia bodoh?Anda ini seperti bukan org indonesia saja yg tidak tahu akan sejarah bangsa sendiri.Jika kita semua bodoh,entah mengapa di nusantara ini pernah ada beberapa kerajaan besar.Majapahit,Sriwijaya,kUTAI,Dn Salaka negara misalnya.Emang negara ini ladang bisnis apa ada istilah pemimpin dibayar mahal.Suharto bukan dibayar,membayar diri sendiri.Adapun rumor yg beredar itu adalah fakta bukan tuduhan.Data Bank dunia AMF melaporkan selama 32 tahun memerintah adlah nomor 1 terkorup.Jika anda mengatkan saya naif,baiklah tidak maslah.Bagi saya anda itu seperti perampok teriak maling

  22. 33 benk Desember 25, 2013 pukul 12:50 pm

    setuju sama komentarnya yg diatas (kurt) , komentarnya dah ngewakilin apa yang mau w tulis disini.. soeharto yg terbaik

  23. 34 Istanamurah Januari 3, 2014 pukul 4:44 pm

    sangat pesimis terhadap pemerintahan negara sekarang, ya semoga pemilu 2014 yang terpilih akan bisa menjalankan dengan baik lagi

    • 35 suyitno edo Februari 6, 2014 pukul 7:19 am

      Fakta di lapangan mengatakan melalui ungkapan kata kata orang desa…..bahwa jaman pak harto lewih enak di banding jaman saiki……..yo to

      • 36 danang April 8, 2014 pukul 12:59 am

        Sederhana saja, kembali kehati nurani masing2 manusia bukan malaikat yg selalu benar. Alangkah baiknya bila kita hargai atas apa yg baik yg telah beliau wariskan. Jangan tudingkan 1000 dosa pada 1 orang (manusia tdk berhak mencatat dosa) tapi melupakan 1000 kebaikan yg telah dibuatnya bagi kita semua.

  24. 37 Krisma April 23, 2014 pukul 12:48 am

    Pak.Harto adalah pejuang..untuk urusan Nasionalisme, kita memang perlu angkat topi untuk beliau.
    Masalah pelanggaran HAM selalu dikaitkan dengan pemberantasan “oknum oknum PKI”. Tapi kita juga perlu tau kebiadapan PKI membunuh para pahlawan kita.
    Pak.Harto adalah orang yang setia kepada konstitusi, UUD 45 dan pancasila.
    Beliau pahlawan nasional ? Memang dan harus jadi pahlawan nasional, 32 tahun mendedikasikan hidupnya untuk memikirkan negara dan rakyat, sebelum itu beliau adalah perwira TNI. Hampir seluruh hidup beliau untuk Negara ini.
    Kita butuh sosok pemimpin yang ahli strategi dan nasionalis seperti beliau untuk 2014. Bukan pemimpin blusukan dan pencitraan. Pak.Harto blusukan tapi ada hasilnya, swasembada pangan. Lha yang sekarang ?
    Korupsi peninggalan pak.Harto ? Orang “jadi maling” itu mental bos. Tidak bijak kalau kita katakan “korupsi” itu peninggalan Pak.Harto, kalau maling, yamaling saja.
    Untuk penutup saya mau mengutip pernyataan Habibie dalam bukunya “tidak pernah ada instruksi berupa apapun yang ditujukan ke saya oleh pak.Harto untuk KKN”

    Terima kasih.salam

  25. 38 joni Mei 4, 2014 pukul 11:12 pm

    bagi rakyat jakarta, kita pernah
    menikmati betapa mudahnya hidup kala
    itu. tapi bagi rakyat aceh, mereka merasakan kemiskinan pada saat itu, kekayaan alam aceh dikuras, Ironisnya, nyaris semua keuntungan yang diperoleh dari eksploitasi kekayaan alam Aceh ini
    dibawa kabur ke Jakarta. betapa sedihnya rakyat aceh pada saat itu .
    terimakasih

    • 39 abdul Juni 17, 2014 pukul 2:11 pm

      hai krisma pki memang kejam , tapi memperlakukan sang proklamator dgn kejam di wisma yaso juga nggak kalah kejam , tap mpr 1998 soeharto belum di cabut artinya soeharto sampai sekarang masih teri indikasi korupsi , sejarah banyak di benkok kan , kenapa supersemar dipalsukan tanya ama mbah harto

  26. 40 anak petani Oktober 29, 2014 pukul 2:10 pm

    orang” hanya akan menyebut presiden di depan nama soekarno, dan soeharto, jaman dimana ketika anak anak sekolah nilai yang paling ditanamkan adalah “rasa hormat” jaman dimana indonesia bisa mengaum, disegani, harga barang keperluan hidup terjangkau, indonesia tidak butuh pemimpin yang hanya mengandalkan nama kiai, indonesia tidak butuh pemimpin yang hanya terus mengagungkan nama besar pendahulunnya, indonesia tidak butuh pemimpin yang punya latar belakang kuat tapi tidak punya ketegasan, indonesia tidak butuh pemimpin kw2 yang hanya melakukan pencitraan melakukan kebijakan sesuai apa yang lagi trend, indonesia tidak butuh figur, yang indonesia butuhkan adalah seorang pemimpin yang punya karakter disegani yang disegani rakyatnya dan sanggup memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya

  27. 41 condotel Februari 15, 2015 pukul 1:16 am

    First off I would like to say excellent blog!
    I had a quick question in which I’d like to ask if you do not mind.
    I was interested to find out how you center yourself and clear your mind prior to writing.

    I have had trouble clearing my thoughts in getting
    my ideas out. I truly do enjoy writing but it
    just seems like the first 10 to 15 minutes are generally lost just
    trying to figure out how to begin. Any recommendations or hints?
    Thanks!

  28. 42 john September 1, 2016 pukul 10:14 pm

    kalau presiden ke-2 indonesia jaman dulu bukan seorang jenderal besar bintang lima anda mau apa?? bilang saja anda yang tidak suka soeharto ya tetap tidak suka , ibarat gajah didepan mata tak tampak olehmu tapi semut di ujung ranting pohon trlht jelas. semua yg terjadi sdh suratan takdir , hargai dan jangan meremehkan siapapun pemimpin kita

  29. 43 Bung Faiq November 10, 2016 pukul 1:40 pm

    Saya rasa soeharto belum layak dikatakan sebagai pahlawan nasional. karena menurut hemat saya, soeharto ikut serta membantu penjajahan belanda dan jepang dengan bergabung ke tentara KNL pada tahun 1940, dan PETA.pada tahun 1943 berarti soeharto bukan turut membela bangsa indonesia, melainkan MEMERANGI bangsa indonesia itu sendiri. disisi lain, kita lihat bagaimana pemerintahan soeharto yang super otoriter, dimana korupsi, kolusi, serta nepotisme bagaikan air yang mengalir. TIADA HABISNYA.

    saya lebih setuju kalau soeharto cukup dikatakan sebagai bapak pembangunan, BUKAN pahlawan nasional.


  1. 1 Merenungkan Jasa Soeharto « Miftahuda’s Weblog Lacak balik pada Januari 31, 2008 pukul 8:00 pm
  2. 2 Duka ku, dan Duka Bangsa Ini… « Blognya Ryu . . . Lacak balik pada Februari 2, 2008 pukul 9:58 am
  3. 3 CONTOH JURNALISME DAMAI « Lia Yulia Lacak balik pada November 26, 2012 pukul 3:50 pm
  4. 4 Jasa-jasa Suharto | Bacaan Mualaf Lacak balik pada Agustus 30, 2013 pukul 5:28 pm
  5. 5 Jasa-jasa Suharto | Swara Kafir Lacak balik pada Agustus 30, 2013 pukul 5:28 pm
  6. 6 Merenungkan Jasa SOEHARTO | The world in My Eyes Lacak balik pada Oktober 14, 2013 pukul 1:57 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: