Pelajaran Besar dari Pemimpin Besar

BELAJAR dari pengalaman. Ini kearifan yang amat luas diketahui dan gampang dikatakan. Tetapi, ternyata, sangat sulit dilaksanakan, khususnya di kalangan pemimpin negeri ini.

Dua presiden pertama Indonesia, Bung Karno dan Pak Harto, dalam praktik tidak belajar dari pengalaman. Pengalaman buruk yang dilalui Bung Karno, terulang hampir 100% pada Pak Harto.

Padahal di tangan Pak Harto, pengalaman buruk yang dilalui Bung Karno seharusnya tidak terulangi. Celakanya, para pengganti Pak Harto tidak mampu juga menghalangi pengalaman buruk yang dialami Bung Karno agar tidak terjadi pada Pak Harto. Dua pemimpin itu pergi membawa serta kontroversi besar yang tidak terselesaikan.

Tidak etis, memang, ketika seorang pemimpin wafat, bangsa yang ditinggalkan bertengkar tanpa henti dan tanpa keputusan tentang apakah pemimpin itu adalah pahlawan atau penjahat. Pertengkaran yang tiada henti tentang pemimpin yang pergi adalah juga masalah kepemimpinan. Bangsa yang dewasa adalah bangsa yang menerima seorang pemimpin apa adanya dan menghormatinya.

Nah, terlepas dari kontroversi yang dibawa mati Bung Karno dan Pak Harto, dua pemimpin besar bangsa Indonesia itu memperlihatkan kapasitas sebagai pemimpin yang betul-betul besar. Keduanya melakukan hal-hal besar walaupun menghadapi pertentangan luar biasa besar di dalam maupun di luar.

Setelah menjadi presiden, Bung Karno melaksanakan keputusan-keputusan besar dan berani. Keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Melancarkan konfrontasi dengan Malaysia. Berperang dengan Belanda merebut Irian Barat.

Pak Harto juga tidak kalah dalam soal determinasi. Menyederhanakan partai-partai yang banyak menjadi tiga saja, menggusur penduduk dari tanah yang dihuni demi kepentingan pembangunan waduk, menguasai Timor Timur, memaksakan ideologi tunggal, dan banyak lagi.

Sama seperti Bung Karno, Pak Harto pun pada akhirnya menderita di akhir hidupnya, bahkan dibawa sampai mati oleh implikasi dari keteguhan mengambil kebijakan berani dan besar. Yang beruntung dan menderita akibat keberanian bertindak dari seorang pemimpin dibiarkan sebagai pertengkaran tanpa solusi.

Kalau ada soal lain lagi yang perlu dijadikan pelajaran dari dua pemimpin besar itu adalah bagaimana para pemimpin percaya dan memperlakukan para kroni yang melingkupi sebagai inner circle. Ya keluarga, ya kroni, ya penasihat, ya konco-konco. Pak Harto dan Bung Karno ternyata banyak menderita setelah tidak lagi memerintah karena ulah orang-orang di ring satu. Mereka yang membisik dan memberi nasihat ternyata menghembus racun yang kemudian harus diminum sendiri sang pemimpin.

Terlepas dari kesalahan itu, kapasitas kepemimpinan yang diperlihatkan Pak Harto dan Bung Karno adalah determinasi selaku eksekutor. Pak Harto dan Bung Karno memperlihatkan sungguh-sungguh bahwa sebagai presiden mereka melaksanakan keputusan. Mereka bertindak, bukan berwacana. Mereka tidak berubah menjadi pengamat atau perenung saat menjadi presiden.

Kita sekarang dengan gampang menyebut Bung Karno dan Pak Harto sebagai pemimpin besar ketika mereka telah tiada. Seorang pemimpin besar yang dilepas dengan belitan kontroversi yang tak terjawab sebenarnya petunjuk bahwa kita sesungguhnya tidak menghargai para pemimpin. Pemimpin besar yang tidak dihargai dengan keberanian besar di kalangan para penggantinya.

Media Indonesia, 29 Januari 2008

0 Responses to “Pelajaran Besar dari Pemimpin Besar”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: