Spirit Saling Meniadakan dalam Sistem Yuridis

DISADARI atau tidak, ada semangat saling menghilangkan dalam peraturan dan perundang-undangan. Ironisnya, ketentuan saling berlawanan itu terus berlangsung.

Contoh terbaru adalah pemeriksaan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dalam kasus aliran dana Bank Indonesia. Undang-Undang Bank Indonesia menyatakan penyidik harus mendapatkan persetujuan tertulis dari presiden untuk memanggil, memeriksa anggota Dewan Gubernur BI yang diduga melakukan tindak pidana.

Namun, Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) menyatakan prosedur khusus dalam rangka pemeriksaan tersangka yang diatur perundang-undangan lain tidak berlaku.

Terlepas undang-undang mana yang pada akhirnya menjadi acuan (dalam kasus Gubernur BI yang menang UU KPK), saling tabrak antarundang-undang jelas telah berlangsung. Itu mencemaskan.

Jauh lebih mencemaskan lagi, pertentangan dalam isi muatan hukum itu terjadi secara horizontal dan vertikal. Secara horizontal, berlangsung di antara perundang-undangan yang mengatur hubungan antarsektor. Secara vertikal, melekat pada ketetapan yang mengatur hubungan pusat dan daerah.

Yang sangat menakutkan adalah tabrakan yuridis seperti itu sejatinya terjadi antara undang-undang dan konstitusi. Maraknya uji materiil yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi menjadi bukti betapa kerisauan itu bukannya tanpa dasar.

Beberapa kasus pengajuan uji materiil terhadap UU Kelistrikan, UU Migas, UU Sumber Daya Air, UU BUMN, UU Penanaman Modal, dan undang-undang lainnya dengan pertimbangan telah bertentangan dengan isi UUD 1945 menjadi tambahan bukti bahwa kekisruhan yuridis telah terjadi.

Beberapa uji materiil yang diterima dan dikabulkan Mahkamah Konstitusi menjadi pembenaran bahwa gempa yuridis akibat tabrakan dalam sistem hukum nasional itu telah terjadi.

Pertanyaannya adalah sampai kapan bangsa ini terus membiarkan kerusakan demi kerusakan itu berlangsung? Mengapa para pembuat undang-undang di kalangan eksekutif dan legislatif terus memelihara semangat memburu rente dan kepentingan jangka pendek? Ke mana perginya integritas intelektual dan moral para penyusunan draf akademik dan wakil rakyat yang mengesahkan undang-undang itu?

Judicial review kasus per kasus memang menjadi sebuah pilihan untuk menyelesaikan kekacauan itu. Namun, itu tidak menyelesaikan perkara yang mendasar, yaitu pembuat undang-undang tidak peduli telah melahirkan pasal-pasal yang bertabrakan, saling meniadakan, dengan pasal-pasal dalam undang-undang yang lain. Bahkan, bertentangan dengan konstitusi.

Bertambah celaka karena keputusan Mahkamah Konstitusi, sebagai benteng tertinggi, tidak semuanya bisa dieksekusi, bahkan tidak semuanya memenuhi rasa keadilan.

Yang dibutuhkan adalah upaya ekstra untuk menghentikan tabiat power and glory atau berkuasa dan menikmati. Pembuat hukum harus menekan serendah mungkin semangat oportunisme hingga mendekati nol. Karena dari situlah tumbuh penyakit untuk menoleransikan semangat ‘jual beli pasal’ dan hasrat memenuhi ‘pesanan’ pembuatan undang-undang.

Media Indonesia, 24 Februari 2008

1 Response to “Spirit Saling Meniadakan dalam Sistem Yuridis”


  1. 1 halim Maret 3, 2008 pukul 5:28 am

    Kerancuan dalam pelaksanaan UU adalah dikarenakan para pembuat UU dalam hal ini DPR dan pemerintah hanya bekerja sendiri,mereka tidak pernah mau menyadari bahwa mereka bukanlah ahli dibidang itu. Kenapa mereka tidak pernah mau melibatkan kalangan perguruan tinggi dan praktisi hukum dan masyarakat yang jelas2 setiap hari bergelut setiap hari dibidang hukum dan per-undangan dilapangan??
    Bahkan bukan tidak mungkin diantara para pembuat UU itu adalah juga jebolan perguruan tinggi,tapi jelas pasti lebih ahli perguruan tingginya dan para praktisi dilapangan dibanding dengan mereka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: