Meredam Konflik Tiongkok-Tibet

enduduk Tibet di ibu kota Lhasa sejak 10 Maret 2008 melancarkan protes damai terhadap Tiongkok, yang menguasai wilayah tersebut hampir enam dekade (sejak 1950). Protes damai berubah menjadi kerusuhan ketika aparat keamanan Tiongkok bertindak tegas meredam demonstrasi tersebut. Beijing melalui media resmi mengatakan, sekitar 10 warga sipil tewas sementara kelompok perjuangan Tibet dan media asing menyebut angka 99 tewas dan ratusan lainnya terluka. Protes masih berlanjut meskipun tentara dan polisi secara berangsur-angsur bisa meredam kerusuhan dan protes politik tersebut.

Hubungan Beijing-Lhasa atau Tiongkok-Tibet sering meruncing karena kekecewaan dan nasionalisme minoritas Tibet (kurang lebih 5,4 juta jiwa dengan luas wilayah 1,2 juta km2) yang sering muncul. Beijing selalu bertindak keras agar gerakan separatisme Tibet dan pengaruhnya pada provinsi-provinsi berdekatan tidak meluas. Tiongkok mengawasi ketat gerakan warga Tibet yang berada di Ganzu, Qinghai, Xinjiang, Sichuan, dan lainnya. Kegelisahan kronis warga Tibet juga dipicu oleh masuknya imigran etnis Han dan kelompok lainnya dari Provinsi Xinjiang. Maka, sasaran kemarahan warga Tibet di Lhasa adalah menghancurkan pertokoan dan aset-aset imigran Tionghoa-Han.

Kerusuhan etnis Tibet ini sering berulang. Dan adalah Hu Jintao (kini presiden) sebagai petinggi Partai Komunis Tiongkok yang ditugaskan untuk meredam kekerasan akibat kebangkitan etnis Ti bet tersebut di Beijing. Pada 1989, Hu Jintao memberlakukan hukum darurat selama 16 bulan atas Lasha untuk meredam kemungkinan pemberontakan yang lebih meluas. Oleh karena itu, juga ada kritik yang menyatakan, tindakan brutal aparat keamanan masih diulang oleh pemerintahan Hu Jintao setelah hampir dua dekade kemudian.

Dalam peta politik Tibet memang seolah-olah ada dua kelompok. Kelompok pertama pengikut Dalai Lama, yang hanya menginginkan otonomi luas bagi Tibet. Sedangkan kelompok kedua dari kalangan muda dan mahasiswa Tibet di pengasingan, yang meski tidak jelas kepemimpinannya, namun menginginkan kemerdekaan penuh bagi Tibet. Kelompok kedua ini justru menginginkan Dalai Lama diganti, karena selain usianya lanjut (72 tahun) dia lebih cenderung meminta konsesi dan berkompromi dengan Beijing. Baik kelompok pertama maupun kedua melancarkan gerakan politik dari Dharamsala-India Utara, tempat pemerintahan pengasingan Dalai Lama dan sekitar 100.000 pengungsi Tibet.

Menyoroti kerusuhan di Lhasa dan tindakan aparat keamanan Tiongkok tentu komunitas internasional yang cinta damai harus bereaksi. Langkah yang arif adalah meminta Beijing menghentikan tindakan keras untuk menghindari jatuhnya korban warga sipil dan mengupayakan dialog dengan para petinggi Tibet, khususnya Dalai Lama. Rencana dialog konon sudah sejak lama, namun tak terlaksana. Hambatan itu menurut pemahaman kita karena Beijing kesal atas pernyataan-pernyataan Dalai Lama yang juga diprovokasi oleh pihak ketiga. Beijing juga diam-diam menentang pemberian Hadiah Nobel Perdamaian kepada tokoh spiritual Tibet itu, termasuk anugerah Congressional Gold Medal dari Presiden George W Bush pada 2006.

Penyelesaian damai atas konflik Tibet-Tiongkok bisa terselenggara melalui pihak ketiga (mediator) atau PBB. Tentu DK PBB sulit mendamaikannya karena Tiongkok, sebagai anggota tetap, memiliki hak veto. Bila berlarut isu Tibet juga bisa merusak citra Tiongkok sebagai penyelenggara Olimpiade Agustus 2008 nanti.

Suara Pembaruan, 24 Maret 2008

0 Responses to “Meredam Konflik Tiongkok-Tibet”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: