Apresiasi untuk KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan langkah tegasnya dalam pemberantasan korupsi. Lembaga itu menahan siapa pun yang diduga korupsi.

Kamis (17/4), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan anggota DPR, Hamka Yandhu, dan mantan anggota DPR, Anthony Zeidra Abidin, karena diduga menerima aliran dana Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, KPK menahan Al Amin Nasution dan Saleh Djasit, keduanya juga anggota DPR.

Bukan hanya anggota DPR yang ditahan. KPK juga menahan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dan pejabat BI lainnya. Sebelumnya, KPK menangkap jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalita Suryani.

Dipandang dari sisi konfigurasi politik, serta profesi yang berbeda-beda, KPK berupaya menampilkan kesan tidak diskriminatif. Siapa pun yang diduga terlibat korupsi, dan ada bukti hukumnya, akan diperlakukan sama. Kita memberi apresiasi terhadap upaya itu. Namun, KPK juga harus terbuka terhadap kontrol hukum justru karena kewenangan besar yang dimilikinya.

Langkah KPK mengentakkan berbagai kalangan, termasuk kekuatan politik di DPR. Siapa pun bisa dijerat KPK yang oleh undang-undang diberi kewenangan lebih. Salah satu kewenangan lebih itu adalah menyadap pembicaraan telepon. Ini menimbulkan kekhawatiran pihak yang terkait dalam kasus korupsi.

Penangkapan sejumlah orang dalam kasus korupsi bisa dikonstruksikan sebagai keseriusan pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Akan tetapi, hal itu bisa juga memunculkan pertanyaan: ”Kok, koruptor di Indonesia tak ada habis-habisnya.”

Kegerahan mulai muncul. Keinginan memangkas kewenangan KPK mulai disuarakan. Dalam dua tahun ke depan, eksistensi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi akan ditentukan, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi. MK menyatakan, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tidak konstitusional.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan pentingnya pendidikan, sebelum aspek penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi. Presiden meminta aparat penegak hukum tidak menjebak warga negara.

Pernyataan Presiden itu memicu kritik sejumlah kalangan karena dianggap sebagai upaya pelemahan pemberantasan korupsi. Kita menggarisbawahi pernyataan Presiden bahwa dimensi pencegahan dan pendidikan juga tidak kalah pentingnya.

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia versi Transparency International—yang tak beranjak signifikan dalam 10 tahun terakhir—paling tidak mengindikasikan pengedepanan aspek penegakan hukum saja belum cukup.

Pencegahan korupsi melalui reformasi birokrasi, pendidikan penanaman nilai untuk tak melakukan korupsi, dan rekayasa sosial untuk menyatakan ”tidak” terhadap korupsi, perlu terus diupayakan. Ketiga langkah itu harus dilakukan secara simultan, bukan parsial. Pemberantasan korupsi perlu karena korupsi adalah kejahatan luar biasa terhadap keuangan negara dan rakyat. Korupsi telah melanggar hak ekonomi, sosial, dan budaya!

Kompas, Sabtu, 19 April 2008

1 Response to “Apresiasi untuk KPK”


  1. 1 halim April 25, 2008 pukul 5:49 am

    Keinginan untuk memangkas kewenangan KPK wajar muncul dari kalangan yang merasa terancam. Seperti MA,DPR dan MK yang selama ini diharapkan mampu untuk memberantas korupsi ternyata justru telah menjadi garda terdepan dan sarang korupsi terhebat dinegeri ini. Nah karena mereka DPR,MA dan MK ini merasa paling tahu masalah undang2 dan perundang-undangan lalu ya merasa paling berhaklah untuk memangkas kewenangan KPK dengan berdalih macam2lah.Intinya adalah agar KPK jangan sampai masuk kesarang mereka.Kepada KPK anda sebagai satu2nya lembaga penegak hukum yang potensial sampai saat ini untuk menggiring para koruptor yang berlindung dilembaga-lembaga tinggi negara kami himbau untuk tetap konsisten membongkar kasus korupsi dinegeri ini.InsyaAllah rakyat tetap mendukung dan mengawal kerjamu.
    Selamat bekerja!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: