Hak Konstitusional Warga

AKHIRNYA, pemerintah mengikuti tekanan dan desakan untuk menghentikan aktivitas Ahmadiyah. Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi polhukam, berdasarkan rekomendasi yang diberikan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem). Keputusan itu tinggal diformalkan dalam surat keputusan bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan Jaksa Agung.

Akan tetapi, dapat dipastikan bahwa tekanan terhadap Ahmadiyah belum akan berhenti. Belum berhenti, sampai Ahmadiyah total dilarang negara.

Selama ini Ahmadiyah menderita dua pukulan berat. Yang pertama pengikutnya mengalami kekerasan horizontal. Mereka diserang dan harta benda mereka dirusak. Sekarang mereka kembali meminta perlindungan kepada polisi atas ancaman anarkistis.

Kekerasan dan anarkisme yang dialami pengikut Ahmadiyah jelas merupakan perbuatan kriminal. Itu harus diselesaikan secara hukum.

Tapi polisi sempat tidak berbuat apa pun. Ada kegamangan polisi untuk menangkap pelaku kekerasan terhadap Ahmadiyah itu.

Dalam hal ini, layak dipuji Wakil Presiden Jusuf Kalla yang kemudian memerintahkan polisi untuk segera menindak para pelaku. Perbedaan agama, perbedaan keyakinan, aliran sesat sekalipun, tidak boleh diperlakukan dengan cara kekerasan. Kekerasan adalah kriminal. Kriminal adalah kriminal, perbuatan melanggar hukum yang harus ditindak tegas.

Tekanan kedua yang dialami Ahmadiyah adalah tuntutan dan desakan kepada negara untuk melarang atau membubarkan Ahmadiyah. Tuntutan itulah yang sebenarnya dipenuhi Bakor Pakem dan kemudian diikuti pemerintah.

Tapi, bolehkah pemerintah mengambil keputusan menghentikan aktivitas Ahmadiyah? Berhakkah negara menghentikan kegiatan kepercayaan yang diyakini warga?

Jawabannya tentu harus dicari pada konstitusi. Itulah sumber hukum yang tertinggi. Tidakkah kebebasan beragama, kebebasan berkeyakinan, dilindungi konstitusi?

Pada mulanya para pendiri negara merumuskan kebebasan beragama itu dengan sangat simpel dalam UUD 1945. Simpel, tetapi isinya padat dan mendalam. Bunyinya: ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu’.

Reformasi kemudian datang membawa berbagai semangat perubahan. Konstitusi pun diamendemen termasuk pasal yang menyangkut kebebasan beragama. Bahkan, perihal kebebasan beragama dimasukkan ke bab hak asasi manusia.

Hasil perubahan itu, antara lain, berbunyi: ‘Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya’.

Begitulah, sangat jelas bahwa menurut konstitusi, kebebasan meyakini kepercayaan sesuai hati nurani adalah merupakan hak asasi manusia. Ia juga merupakan hak konstitusional warga, yang harus dilindungi dan dibela negara.

Namun, hak itulah yang sekarang dicopot negara dari warga Ahmadiyah dengan cara menghentikan aktivitas Ahmadiyah. Sebuah perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai melanggar HAM dan juga konstitusi. Karena itu, seharusnya Komnas HAM dan Mahkamah Konstitusi bersuara. Jangan cuma diam atau pura-pura tidak tahu.

Media Indonesia, 19 April 2008

1 Response to “Hak Konstitusional Warga”


  1. 1 halim Juni 6, 2008 pukul 7:02 am

    Seandainya saja warga ahmadi mau berinstropeksi diri bahwa mereka telah melecehkan islam dan segera mengganti sebutan kelompok mereka dengan tidak menggunakan embel-embel islam,maka dijamin mereka aman beribadah dinegara ini.
    Cobalah mereka renungkan bahwa yg namanya islam adalah ummatnya Muhammad SAW.Apakah mereka juga ummatnya Muhammad SAW?? Kalo iya maka mereka berhak memakai embel2 islam.
    Setahu saya mereka menyatakan diri sebagai umatnya sang Gulam Ahmad yg berasal dari belahan ranah India dan mereka punya kitab suci made in sang Gulam.Jadi jelas mereka tidak pantas menyebut kelompoknya sebagai umat islam.
    Cobalah anda bertafakur diri dan intropeksi,janganlah karena kepala batu anda,arogan anda mengakibatkan kemarahan dan kebencian ummat Muhammad SAW, lalu karenanya anda berteriak bahwa HAM anda tidak terjamin dinegeri ini.Dimanapun dinegara yg mayoritas warganya adalah ummat Muhammad SAW pasti kelompok anda tidak akan aman dan leluasa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: