Menanti Reformasi Jilid II

Tanggal 12 Mei sepuluh tahun lalu, Elang Mulya Lesmana, Hery Hartanto, Hendriawan, Sie, dan Hafidin Royan, berpulang ke haribaan Yang Mahakuasa. Timah panas aparat yang tak bertanggung jawab merenggut nyawa mereka di dalam kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat. Namun, pengorbanan empat pahlawan reformasi itu tidak percuma, karena era perubahan akhirnya tiba jua di negeri ini.

Penembakan tersebut memicu terjadinya kerusuhan massal 13-15 Mei di seantero Ibukota, aksi pendudukan Gedung MPR/DPR, dan akhirnya berbuah pada pengunduran diri Presiden Soeharto.

Diakui atau tidak, tragedi Trisakti 12 Mei 1998 merupakan kunci utama runtuhnya rezim Orde Baru yang telah berkuasa selama 32 tahun di Indonesia. Tanpa ada peristiwa itu sulit membayangkan Soeharto akan mundur dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998.

Tragedi Trisakti merupakan momentum pemicu bersatupadunya mahasiswa berbagai perguruan tinggi melakukan aksi bersama menuntut reformasi total di segala bidang dan pergantian kepemimpinan nasional saat itu. Eksklusivisme aksi reformasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seolah sirna dengan peristiwa tersebut. Gelombang tuntutan reformasi tersublimasi dalam bentuk pendudukan Gedung DPR/MPR oleh mahasiswa mulai 18 Mei 1998 dan berbuah pada lengsernya Soeharto tiga hari kemudian.

Kini, setelah 10 tahun peristiwa itu, banyak hal yang menjadi alasan lahirnya aksi mahasiswa menuntut reformasi belum terpenuhi. Reformasi total di segala bidang yang didengungkan ketika itu belum banyak yang dipenuhi pemerintah hingga kini. Peran dan jasa para mahasiswa yang terlibat aktif dalam aksi reformasi, terlupakan. Bahkan sejak awal mereka telah ”disalip di tikungan” oleh para elite politik yang kini menikmati lezatnya kue reformasi.

Reformasi yang telah bergulir 10 tahun tak kunjung membawa perubahan bagi kesejahteraan rakyat. Tuntutan demokratisasi, perang terhadap KKN, penggusuran strategi ekonomi mafia Orde Baru yang eksklusif dan penuh ketimpangan, serta penurunan harga kebutuhan bahan pokok, tak kunjung terwujud. Memang sepintas tuntutan-tuntutan itu seolah telah terpenuhi, dengan lahirnya sejumlah aturan dan lembaga baru. Namun, bisa dicermati semuanya masih serba semu. Demokratisasi masih sebatas prosedural belum subtantif. Pemberantasan KKN masih tebang pilih. Gaya ekonomi ala Orde Baru masih terus dipertahankan dengan cover yang berbeda. Harga barang kebutuhan pokok bukannya turun, melainkan terus melambung bila dibandingkan dengan tingkat pendapatan masyarakat.

Kegagalan pemerintah mengemban amanat reformasi telah membuat sejumlah aktivis dan mahasiswa mulai menyiapkan skenario reformasi jilid II. Kenaikan harga BBM bakal menjadi pintu masuk pergerakan. Yang diperjuangkan adalah perubahan substansial bukan reformasi artifisial seperti yang ada sekarang. Satu hal yang tak boleh dilupakan, jangan lagi mau diperdayai oleh elite politik yang gemar “menyalip di tikungan”. Dengan begitu, pengorbanan para pahlawan reformasi satu dasawarsa lalu tidak sia-sia.

Suara Pembaruan, 12 Mei 2008

2 Responses to “Menanti Reformasi Jilid II”


  1. 1 infogue Mei 16, 2008 pukul 9:39 am

    Artikel di blog Anda sangat menarik. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://hukum-kriminal.infogue.com/menanti_reformasi

  2. 2 halim Mei 24, 2008 pukul 12:15 pm

    Memang kegagalan reformasi 1998 adalah karena kekuatan penopang utama orde baru (golkar) tetap dibiarkan berkiprah dan dibiarkan masuk kedalam barisan reformasi 1998.
    Akibatnya jelas karena mereka(golkar dan simpatisannya) telah mapan dan punya uang,maka mereka dengan mudah bisa memecah kekuatan dan barisan reformasi 1998 sehingga terbukti barisan reformasi terpecah belah, baik intern maupun ekstern mereka sendiri.
    Sehingga amanat reformasi1998 yg utama adalah pengusutan dan pembasmian KKN yg terjadi di era orba dan sampai yg sekarang2 pun tidak terjamah. Pengadilan terhadap HMS dan kroni2nya pun tidak terlaksana.
    Bahkan Golkar dengan beraninya mengeluarkan usulan agar HMS diberi gelar yang hebat. Hal ini jelas2 telah menghianati amanat reformasi 1998.
    Karenanya setelah sepuluh tahun berlalu tanpa terlihat ujud amanat reformasi1998 dilaksanakan maka saya setuju sekali kalo sekarang lahir reformasi jilid 2. Dengan catatan bahwa para penghianat amanat reformasi 1998 langsung dibabat sampai keakar-akarnya.
    Tuman sekali mereka !!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: