Mau ke Mana Lembaga DPD?

Berita tentang sepinya peminat menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah bisa diperkirakan. Karena keberadaan lembaga itu selama empat tahun ini belum menunjukkan kejelasan dan boleh dikatakan hampir tak mempunyai produk dan peran apapun. Memang masih ada tokoh-tokoh senior untuk tidak menyebut tua dan mereka adalah mantan anggota DPR/MPR atau pejabat yang sudah tak memiliki panggung untuk bisa eksis terutama di politik. Apalagi sekarang setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan anggota partai politik boleh menjadi anggota DPD. Na-mun pertanyaan pentingnya adalah, mau ke mana dan mau diapakan DPD?

Inilah kesalahan mengatur sistem ketatanegaraan baru di era reformasi. Kita mau menerapkan sistem bikameral jadinya malah seperti trikameral. Mesti-nya dengan sistem dua kamar cukup dua lembaga yakni DPR yang merupakan perwakilan politik dan DPD yang merupakan perwakilan ruang atau wilayah. Kenyataannya masih ada juga MPR. Dengan keberadaan DPD yang masih tanggung dan boleh dikatakan tak mempunyai kewenangan yang jelas, maka kinerjanya selama empat tahun ini nyaris tak terlihat. Kecuali justru perjuangan gigih untuk memperoleh kekuasaannya itu sendiri. Padahal banyak tokoh-tokoh mumpuni di dalamnya.

Dukungan dana dan sarana untuk menopang keberadaan DPD tentu tidak kecil. Demikian juga energi serta biaya yang harus dikeluarkan pada proses pemilihannya. Jadi kalau ternyata tak mempunyai fungsi dan peran apapun, maka sebenarnya kita telah melakukan pemborosan besar-besaran. Celakanya lagi sebagian anggota DPD yang sudah menyerah dengan keadaan lebih banyak diam dan menikmati saja situasinya. Mestinya tanpa kekuasaan pun masih banyak yang bisa diperbuat dengan menggunakan legitimasi dan kharismanya untuk menyuarakan aspirasi rakyat terutama kepentingan daerah yang diwakilinya.
Jadi fenomena menurunnya minat menjadi anggota DPD adalah dampak kesalahan kita bersama dalam merancang sistem ketatanegaraan. Sementara itu upaya untuk merubah dan memperkuat kedudukan lembaga itu lewat amandemen konstitusi lagi belum memperoleh dukungan politik yang memadai. Maka bisa diperkirakan lima tahun ke depan setelah pemilu 2009 persoalannya masih akan sama. Yakni kita memiliki sebuah lembaga yang tak jelas untuk apa dan mau ke mana. Bobotnya pun bisa semakin memudar manakala yang mengisi adalah tokoh-tokoh yang sudah terlampau uzur dan yang tidak lebih berpengaruh dibanding sebelumnya.

Yang lebih memprihatinkan masih banyak kalangan masyarakat yang belum tahu apa itu DPD. Karena memang tak pernah bersinggungan secara langsung atau pun menaruh harapan apapun. Semua itu tidak semata-mata kesalahan anggota DPD melainkan karena sistemnya masih seperti itu. Di tengah fenomena ’’perebutan kekuasaan’’ seperti sekarang maka keberadaan lembaga itu benar-benar dipinggirkan. Yang lebih repot kalau ternyata kepercayaan terhadap mereka pun sangat minim. Karena di sisi lain kekuatan pers dan LSM dalam banyak hal masih lebih bisa diandalkan dan mempunyai pengaruh yang lebih riil.

Menjadi tugas dan pekerjaan rumah kita untuk segera menjawab pertanyaan tentang mau diapakan dan mau ke mana DPD? Dan lagi-lagi semua itu tergantung pada wakil rakyat kita nanti. Amandemen konstitusi tidak seharusnya dilakukan berulang-ulang karena itu menunjukkan kelemahan kita sebagai bangsa dalam melihat visi ke depan. Namun kita juga tak boleh dipenjarakan oleh sistem yang keliru sehingga ada kemubaziran. Praktik demokrasi tak bisa lepas dari proses trial and error. Hanya saja dengan bercermin dari negara-negara lain yang lebih dahulu berdemokrasi, mestinya kita tak kehilangan banyak waktu untuk belajar.

Suara Merdeka, 23 Juli 2008

0 Responses to “Mau ke Mana Lembaga DPD?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: