Menanggapi Daftar Caleg

GEJALA pesimisme, bahkan apatisme, kiranya semakin menguat dalam masyarakat. Hal itu tampak jelas pada buruknya partisipasi masyarakat dalam menanggapi daftar calon sementara anggota legislatif (caleg) yang telah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Sejak nama-nama itu dilansir pada 26 September hingga batas waktu memberi masukan 9 Oktober, baru 18 tanggapan masyarakat yang masuk ke KPU. Minimnya partisipasi itu menyebabkan KPU kemudian memperpanjang waktu untuk masyarakat memberikan masukan dan tanggapan hingga 14 Oktober.
Gejala merosotnya partisipasi masyarakat telah tampak pada pilkada di banyak tempat. Jumlah mereka yang tidak menggunakan hak pilih alias golput semakin membesar. Bahkan mencapai 30%.
Apatisme masyarakat terhadap calon anggota DPR memang beralasan. Empat tahun terakhir ini yang dipertontonkan DPR hanyalah deretan keserakahan. Keserakahan akan kekuasaan, kerakusan akan uang, dan ketamakan akan fasilitas.
Selama empat tahun DPR telah menjadi lembaga wakil rakyat yang autisme. Mereka asyik dengan dirinya sendiri. Cercaan dan kecaman terus dilontarkan, tetapi mereka seakan tuli. Mereka menganggap sepi semua keluhan publik.
Buktinya, mereka tetap pelesiran ke luar negeri menghamburkan uang negara dengan kedok studi banding. Bukti lain, kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR terus bertambah. Pemerasan dalam proyek Pelabuhan Tanjung Api-Api di Banyuasin (Sumatra Selatan), kasus suap proyek alih fungsi hutan lindung di Pulau Bintan (Riau), dan kasus aliran dana cek perjalanan hanyalah sebagian contoh buruknya kelakuan anggota DPR yang sudah mengapung ke permukaan. Masyarakat yakin di bawah permukaan masih banyak transaksi haram.
Publik pesimistis bahwa DPR hasil Pemilu 2009 akan lebih baik. Meski ada nama sejumlah aktivis dalam daftar caleg, pertanyaan bernada keraguan tetap saja muncul. Apa yang bisa mereka perbuat? Alih-alih memberi warna pada parlemen, mereka malah terjerembap dalam arus utama yang berpusat pada satu sumbu, yakni kekuasaan dan uang.
Masyarakat percaya status quo akan berlanjut di DPR. Sebab, wajah lama masih mendominasi daftar caleg. Mereka yang tua dan uzur tetap dipertahankan di Senayan. Mereka yang tercela dan di-recall melakukan reinkarnasi menjadi caleg melalui partai lain. Mereka yang semula idealis malah menjadi kutu loncat. Politik kekerabatan dan dinasti pun tetap dipelihara. Harapan bahwa Pemilu 2009 akan lebih baik, karena menempatkan kader yang memiliki kompetensi dan kapasitas, segera sirna.
DPR memang menjadi magnet yang menakjubkan. Di situ ada mata pencarian yang bergelimang uang. Di situ tempat nyaman menggerogoti anggaran negara. Di situ terbuka jalan pintas memperkaya diri. Pantaslah ia diincar oleh petualang dan politikus busuk.
Oleh karena itu, harus muncul kesadaran bahwa pesimisme dan apatisme publik hanya menyebabkan petualang dan politikus busuk itu melenggang tanpa hambatan ke Senayan. Kesempatan uji publik terhadap caleg yang diperpanjang hingga besok harus dimanfaatkan secara maksimal. Siapa pun yang memiliki fakta busuk mengenai caleg segeralah menyampaikannya ke KPU. Bongkar semua kebusukan mereka agar gagal menjadi calon anggota DPR.
Membiarkan waktu berlalu tanpa berpartisipasi mencermati dengan kritis caleg yang namanya telah terpampang dalam daftar calon sementara, berarti memberi andil kepada petualang dan politikus busuk mengatur negeri ini. Jangan biarkan hal itu terjadi.

Media Indonesia, Senin, 13 Oktober 2008 00:01 WIB

1 Response to “Menanggapi Daftar Caleg”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: