Archive for the 'Dana Bencana' Category

Dana “Recovery”

Tajuk Pikiran Rakyat, Senin, 18 September 2006

Jika sudah ada satu pemahaman, begitu dana dari pusat cair, ”recovery” bisa dilaksanakan dan masyarakat korban bencana tsunami sudah bisa sedikit tersenyum.

DANA untuk membangun daerah yang hancur karena tsunami, segera akan cair. Kepala Bappenas Paskah Suzetta menjamin, dana Rp 133 miliar dari pemerintah pusat, akan cair Oktober 2006. Itu artinya, masyarakat korban bencana gempa dan tsunami di Jawa Barat bagian selatan, segera akan kembali hidup layak, tidak lagi menjalani hidup serba susah tinggal di tenda-tenda pengungsian dan segera bisa memulai hidup baru.

Ciamis mendapat dana paling besar. Dengan dana Rp 102,8 miliar, Kabupaten Ciamis sudah bisa segera menangani pengungsi seperti menyiapkan lahan pengungsi, memberi uang jaminan hidup, dan uang duka, membangun rumah penduduk yang hancur, menata sanitasi lingkungan, membangun sarana air bersih serta fasilitas umum dan sosial lainnya, infrastruktur. Dan yang paling penting, membangun kembali sektor perekonomian rakyat yang sempat lumpuh.

Namun, persoalan lain muncul. Dana itu harus terserap hingga tanggal 31 Desember 2006. Dan projek pembangunan pada tahap recovery di daerah bencana itu, tetap harus dilakukan melalui tender. Artinya dalam waktu tiga bulan– itu pun kalau dana dari pusat tidak terlambat– proses lelang dan pelaksanaan projek, harus selesai. Dan itu, seperti diungkapkan Ketua Aspekindo Jabar, M. Ariamulya, dan Guru Besar Unpad I Gde Pantja Astawa, merupakan sesuatu yang tidak mungkin.

Kini Pemprov Jabar, Pemkab Ciamis, Tasikmalaya dan Garut, memang masih belum tahu apa yang harus segera dilakukan untuk melaksanakan recovery di daerah yang pernah hancur diterjang gelombang tsunami ini. Seperti buah simalakama. Menjalankan projek senilai Rp 100 miliar lebih dengan proses baku, tidak mungkin bisa diselesaikan dalam kurun waktu tiga bulan. Jika dana tidak diterima dan projek ditolak atau ditunda, juga kasihan masyarakat. Masa mereka harus ditelantarkan lagi.

Padahal, mereka sudah cukup tersiksa. Selain sedih karena harta bendanya hancur dan keluarganya banyak yang meninggal dan hilang, mereka juga sudah terlalu lama hidup di tempat pengungsian. Karena itu, perlu dicarikan solusi bagaimana agar recovery bisa segera dilaksanakan, tapi pelaksana tidak waswas takut di kemudian hari mereka dipermasalahkan oleh aparat penegak hukum karena dianggap bekerja tanpa prosedur hukum.

Memang seharusnya, Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan mencarikan solusi atas masalah itu. Rencananya, pekan ini, Gubernur akan mengundang Kajati, Kapolda dan Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat serta aparat lainnya untuk membahas persoalan recovery. Gubernur ingin berembuk untuk mencari solusi bagaimana menangani recovery, terutama aspek hukumnya.

Kita berharap setelah para petinggi Jawa Barat itu berbicara “satu meja” dapat ditemukan solusi mengatasi persoalan recovery Pangandaran. Jika sudah ada satu pemahaman, begitu dana dari pusat cair, recovery sudah bisa dilaksanakan segera dan masyarakat korban bencana tsunami sudah bisa sedikit tersenyum.***

Iklan

Blog Stats

  • 803,645 hits
November 2017
S S R K J S M
« Feb    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.