Archive for the 'Perang' Category

Kondisi Eksplosif Ancam Dunia Arab

Dunia Arab diingatkan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz terancam ledakan bahaya konflik, ibarat tong mesiu yang siap meledak. Peringatan itu disampaikan hari Sabtu 9 Desember di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, ketika membuka pertemuan puncak enam negara monarki Teluk kaya minyak yang bergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Secara khusus Raja Abdullah menyebut konflik Palestina, Irak, dan Lebanon sangat berpotensi untuk menyeret dunia Arab ke dalam situasi eksplosif.

Pertemuan puncak GCC sendiri dilaksanakan dengan agenda utama antara lain ancaman perseteruan sektarian golongan mayoritas Syiah dengan kaum Sunni di Irak yang cenderung memburuk.

Para pemimpin GCC yang beranggotakan Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Oman mencemaskan kemungkinan luapan perseteruan sektarian di Irak menerjang kawasan.

GCC yang mayoritas penduduknya penganut Sunni mencemaskan peningkatan peran Syiah oleh manuver Iran dan Suriah. Kedua negara yang mayoritas penduduknya Syiah ingin meningkatkan peran golongan Syiah di Irak dan Lebanon melalui kaum Hezbollah.

Di atas keprihatinan terhadap luapan perseteruan sektarian di Irak, GCC mencemaskan tumpang tindih konflik Palestina, Irak, dan Lebanon yang dapat membahayakan kawasan Teluk dan Timur Tengah.

Keprihatinan bertambah karena dunia internasional terkesan hanya menjadi penonton atas konflik Palestina. Krisis Palestina dinilai Raja Arab Saudi bertambah rumit karena tidak hanya menghadapi masalah pendudukan Israel, tetapi juga tantangan perpecahan internal.

Perpecahan internal, terutama antara kelompok Hamas dan Al Fatah, dinilai sangat berbahaya karena menghalangi jalan bagi pembentukan pemerintahan persatuan nasional.

Kerumitan serupa sedang melanda Irak, yang terancam perang saudara antara golongan Syiah dan Sunni. Luapan konflik sektarian di Irak dikhawatirkan akan merembet ke negara-negara lain, termasuk ke kawasan Teluk yang mayoritas penduduknya Sunni.

Tidak kalah galaunya kondisi Lebanon, yang kembali terancam perang saudara. Padahal, negeri itu belum pulih dari trauma amukan perang saudara yang sangat ganas tahun 1975-1990.

Sudah pasti, tumpang tindih konflik Lebanon, Irak, dan Palestina tidak hanya menekan kawasan Timteng, tetapi juga ikut memengaruhi keamanan dunia. Maka seluruh dunia perlu merasa terpanggil untuk membantu menyelesaikan krisis Palestina, Irak, dan Lebanon.

Kompas, Selasa, 12 Desember 2006

Iklan

Kawasan Timur Tengah kini benar-benar dalam kondisi bahaya. Perpecahan dan perang saudara mengancam kesatuan beberapa negara. Di Irak, hampir setiap hari terjadi saling serang antarkelompok yang bertikai. Disebut-sebut, mereka yang sering terlibat serangan itu adalah dari kelompok Sunni dan Syiah.

Akibat saling serang tersebut, ratusan atau bahkan ribuan orang telah menjadi korban. Kemarin saja sedikitnya 50 warga meninggal dunia dan puluhan lainnya cedera berat dan ringan terkena ledakan bom yang terjadi di kawasan Syiah di Baghdad. Sepekan sebelumnya, sebuah bom juga meledak di distrik Sadar City, di Baghdad. Sedikitnya 200 orang meninggal dunia. Beberapa saat kemudian, kelompok Syiah menyerang masjid Sunni yang menewaskan puluhan orang.

Di Lebanon, suhu politik juga memanas yang mengarah pada konflik bersaudara. Sejak Jumat lalu (1/12) ribuan warga berunjuk rasa di Beirut. Para demonstran mendirikan tenda-tenda di tanah lapang di depan Kantor Perdana Menteri Fouad Siniora. Mereka bertekad akan mengerahkan lebih banyak lagi demonstran hingga sang perdana menteri mengundurkan diri.

Demonstrasi ini digerakkan oleh kelompok oposisi pro-Suriah dan Iran yang dimotori Hizbullah. Mereka kecewa terhadap pemerintahan Siniora yang dianggap gagal mendukung kelompok ini selama perang menghadapi tentara Israel Juli-Agustus lalu. Siniora bahkan mereka anggap sebagai antek Amerika Serikat. Kekecewaan kelompok ini memuncak ketika pemerintahan PM Siniora berusaha meloloskan rancangan undang-undang yang membolehkan sebuah komisi pengadilan PBB untuk memanggil para pejabat dan mantan pejabat Lebanon yang diduga terlibat pembunuhan terhadap mantan PM Rafik Hariri.

Belum diketahui bagaimana akhir drama politik yang sekarang sedang berlangsung di Lebonon dan juga di Irak itu. Namun, yang jelas apa yang sedang berkembang di dua negara tersebut telah membuat keprihatinan kita. Bukan hanya karena Lebanon dan Irak merupakan anggota Organisasi Konferensi Islam dan Non-Blok. Tapi lebih dari itu. Konflik yang berkepanjangan akan menyebabkan ketidakstabilan dunia, termasuk Indonesia.

Selama ini, upaya untuk menyelesaikan konflik di dua negara tersebut cenderung dari satu arah. Yakni arah kepentingan AS dan aliansinya. Sedangkan kepentingan pihak lain, misalnya kepentingan negara-negara tetangga seperti Suriah dan Iran, acap dikecilkan atau bahkan dinihilkan. Padahal faktanya, pengaruh dua negara itu sangat besar di kancah perpolitikan baik di Lebanon maupun Irak.

Di Irak, Syiah merupakan kelompok mayoritas yang kini sedang berkuasa. Secara emosional maupun kepentingan lainnya mereka sangat dekat dengan Iran. Sedangkan di Lebanon, Iran merupakan pendukung Hizbullah yang kini memimpin kelompol oposisi pro-Suriah. Suriah dan Iran telah lama membentuk aliansi untuk melawan apa yang disebut sebagai hegenomi AS di kawasan Timur Tengah.

Dengan latar belakang seperti itu, tampaknya tidak akan ada penyelesaian secara tuntas baik di Lebanon maupun Irak, tanpa melibatkan Suriah dan Iran. Dalam hal ini, Indonesia tentu bisa ambil peran yang lebih besar membantu kedua negara tersebut. Posisi Indonesia yang sangat harmonis dengan Suriah dan Iran –dan juga dengan AS dan sekutunya– merupakan kunci masuk untuk berperan aktif meredam konflik di negara-negara Timur Tengah.

Republika, Senin, 04 Desember 2006


Blog Stats

  • 797,104 hits
September 2017
S S R K J S M
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.