Archive for the 'RUU Penanaman Modal' Category

Demokrasi dan Investasi

DEMOKRASI dan investasi ternyata tidak selalu berjalan seiring. Ketika demokrasi menjadi denyut jantung negara berpenduduk 200 juta jiwa lebih ini, investasi malah mencari jalan lain. Investor justru lebih tertarik menanam modal di China atau Vietnam yang selama ini terkesan menutup diri.

Investasi sangat penting untuk menggerakkan perekonomian negara yang pada gilirannya menciptakan kesejahteraan bangsa. Kesejahteraan itu wajib dinikmati setiap anak bangsa karena itulah hakikat demokrasi dan tujuan kita berbangsa dan bernegara.

Sejatinya, sejak Indonesia memilih presiden secara langsung, investor berbondong-bondong datang ke sini. Apalagi, para pemimpin negeri ini rajin memperkenalkan wajah baru Indonesia yang lebih demokratis di luar negeri, bertemu dengan para pengusaha dan berbicara dari hati ke hati.

Memang, para pemimpin berhasil meraih komitmen penanaman modal asing. Namun, realisasinya masih sebatas mimpi. Sebab mimpi itu tidak diiringi perbaikan iklim investasi dalam negeri. Jangankan menarik investasi baru, membuat investor betah saja tidak mampu. Sudah banyak perusahaan asing yang hengkang ke negara pesaing.

Realisasi investasi tahun ini memprihatinkan. Mari kita tengok faktanya. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan realisasi investasi (izin usaha tetap) penanaman modal dalam negeri selama Januari sampai Oktober 2006 mencapai Rp13,55 triliun atau turun 18,57% bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2005. Realisasi investasi penanaman modal asing juga turun sebesar 47,6%. Penurunan realisasi itu berkorelasi linear dengan pembukaan lapangan kerja baru.

Fakta itu semakin menyadarkan kita bahwa pebisnis memiliki logika sendiri. Mereka lebih mengutamakan negara yang memberikan kemudahan berusaha. Karena itu, demokrasi harus menjamin kepastian hukum dan keamanan. Transparansi yang menjadi roh demokrasi harus tecermin pada pengelolaan pemerintahan yang baik serta bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Kepastian hukum merupakan barang yang sangat mahal di negeri ini. Belum lagi produk hukum yang tidak bersahabat dengan investor, misalnya Undang-Undang Ketenagakerjaan dan perundangan yang terkait dengan perpajakan, kepabeanan dan investasi. Itu ditambah lagi dengan peraturan daerah berbiaya tinggi.

Belum terlambat untuk berbenah diri. Mumpung pemerintah dan DPR saat ini masih membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Penanaman Modal.

RUU itu merupakan penggabungan dari undang-undang tentang investasi yang sudah ada, yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Asing dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri.

Mestinya, undang-undang yang akan dihasilkan itu bersifat lebih khusus. Artinya, mengatur secara rinci, misalnya berapa lama proses pemberian suatu izin, insentif apa yang akan diberikan pemerintah kepada para investor. Jika investasi diatur dengan pasal karet, pasal yang masih harus diatur lebih lanjut dalam peraturan pemerintah, bukan mustahil kepastian hukum semakin jauh. Sebagai gambaran, saat ini lebih 100 peraturan pemerintah yang tiada kunjung dibuat sehingga undang-undang praktis macet sebab tidak memiliki peraturan pelaksana.

Pembahasan RUU Penanaman Modal itu sudah berlarut-larut di Senayan. Terlalu banyak pasal yang dikompromikan antara pemerintah dan DPR. Politisasi pasal bisa berakibat buruk, bukan saja terhadap realisasi investasi tapi juga keberlangsungan demokrasi.

Media Indonesia, Kamis, 30 November 2006


Blog Stats

  • 791,644 hits
Mei 2017
S S R K J S M
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.